Di era digital dan artificial intelligence ini, masih adakah orang yang memiliki sikap rendah hati? Adakah? Rendah hati adalah sifat yang mencerminkan kebesaran jiwa dan keluhuran budi seseorang. Rendah hati bukan berarti merendahkan diri, tetapi mengetahui nilai diri sendiri tanpa merasa lebih unggul dari orang lain.
Al-Qur’an memberikan gambaran tentang tawaduk tersebut seperti yang terdapat dalam Surah Al-Furqan Ayat 63: “Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung)
Nabi Muhammad SAW adalah orang yang mengajarkan kepada kita tentang sikapnya yang rendah hati. Ada 5 sikap rendah hatinya yang perlu kita teladani:

1. Sederhana dalam Perilaku – Rasulullah hidup dengan sederhana. Ia tidak mengejar harta atau kekuasaan, melainkan fokus pada misi untuk menyebarkan agama Islam. Rasulullah selalu menghindari sikap sombong dan tidak pernah merasa lebih baik dari orang lain, meskipun beliau adalah nabi terakhir.
2. Menghormati Semua Orang – Rasulullah memperlakukan semua orang dengan baik, tanpa memandang status sosial, suku, atau latar belakang. Beliau selalu memberikan perhatian kepada setiap orang yang datang kepada beliau. Ketika berbicara dengan orang lain, Rasulullah selalu mendengarkan dengan penuh perhatian. Ini menunjukkan bahwa setiap orang berhak dihargai dan didengarkan.
3. Tidak Malu untuk Mengakui Kesalahan – Rasulullah tidak pernah merasa malu untuk mengakui kesalahan atau belajar dari orang lain. Beliau menunjukkan bahwa rendah hati juga berarti menerima kritik dan saran dengan lapang dada.Ketika mendapatkan kebaikan, beliau selalu mengucapkan syukur kepada Allah dan tidak pernah mengambil pujian untuk diri sendiri.
4. Mengutamakan Kepentingan Umat – Rasulullah selalu mengutamakan kepentingan umatnya di atas kepentingan pribadi. Beliau bekerja keras untuk memastikan bahwa setiap orang merasa diperhatikan dan dicintai. Dalam memimpin, Rasulullah selalu bersikap adil dan tidak membedakan perlakuan antara satu orang dengan yang lainnya, menunjukkan bahwa setiap orang memiliki hak yang sama.
5. Sikap Rendah Hati dalam Beribadah – Beliau selalu menunjukkan ketundukan dan khusyuk saat beribadah kepada Allah, mengingatkan kita bahwa ibadah bukan hanya soal ritual, tetapi juga tentang pengakuan akan kebesaran Allah. Rasulullah selalu menyadari bahwa dirinya adalah hamba Allah yang lemah dan sangat bergantung pada rahmat-Nya.
Tim GoKreaf/AI/https://foodtechlab.uad.ac.id/sikap-rendah-hati-seperti-rasulullah/



