Oleh Jordy Alghifari Harris
Modal nekat, cuma megang 20 ribu, ngabuburit ke Solo bersama Salman Alfarisi (teman kampus). Tujuan kami sebenarnya tidak ada, kami hanya ingin jalan-jalan saja.
Hari ini, 6 Maret 2025, Salman datang ke kontrakanku saat aku sedang galau. Mendadak, ia mengajakku ngabuburit ke Solo, sekalian untuk buka puasa di sana.


Kami berencana berangkat pukul 16.10, tetapi karena Salman pulang ke kontrakannya dulu untuk mengambil kamera, jadinya kami telat. Akhirnya, kami harus menunggu kereta lagi pada pukul 17.30.

Sambil menunggu KRL, kami berjalan kaki ke arah Malioboro, mengisi waktu luang dengan menikmati pemandangan sekitar. Sekalian beli makanan dan minuman untuk buka puasa di perjalanan nanti.
Aku mampir ke Indomaret di Malioboro, sementara Salman menunggu di luar. Aku membeli kopi supaya tetap melek selama perjalanan. Setelah aku selesai, giliran Salman yang membeli makanan atau minuman.

Setelah semua urusan beres, kami kembali ke stasiun karena waktu sudah menunjukkan pukul 17.00. Daripada ketinggalan, lebih baik datang lebih cepat beberapa menit sebelum keberangkatan. Biar tidak terburu-buru dan kebagian tempat duduk di dalam kereta.
Singkat cerita, kami sudah duduk di dalam kereta. Perjalanan Yogyakarta–Solo memakan waktu kurang lebih satu jam. Selama di perjalanan, aku memilih tidur untuk mengisi energi.

Sesampainya di Stasiun Solo Balapan, kami menaiki bus Trans Solo. Biayanya sangat murah, hanya Rp3.700 untuk sekali jalan. Setelah turun dari bus, kami berjalan kaki sekitar satu kilometer untuk makan malam.
Kami makan di Soto Gading 04. Kata Salman, ini tempat makan favorit Pak Jokowi. Setelah makan, kami harus buru-buru pulang. Tadinya, aku ingin menginap di rumah Eyang (nenek dari Mama), tetapi karena besok ada acara kampus, kami terpaksa kembali ke Yogyakarta.

Trip mendadak kali ini sangat menyenangkan dan berkesan. Kami menikmati suasana Kota Solo tanpa terlalu sibuk dengan handphone masing-masing.



