Sepatu Gunung Untuk Traveling

Entah sudah berapa buah sepatu gunung kubeli. Ada yang kemudian aku jual di perjalanan, karena kehabisan uang, ada yang kuberikan kepada orang lain, sesuka hati saja. Tapi sekarang kedua anak kelakiku sudah besar. Terutama yang kuliah di Abu Dhabi – Gabriel Firmansyah, 21 tahun, jika liburan dan traveling, pasti memilih salah satu dari ketiga sepatu itu. Anak lelaki kedua – Jordy Alghifary sudah di kelas 2 SMA, mulai merencanakan traveling. Kita lihat saja nanti. Kini ketiga sepatu gunung itu aku simpan di Museum Balada Si Roy.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Hidup Memang Harus Diperjuangkan dan Penuh Resiko

Setiap sore aku duduk di halaman rumah, di bawah pohon seri. Istriku menyediakan kopi dan pisang goreng. Datanglah Rudi – sahabatku sejak SD.

Rudi terisak-isak.”Bisnisku hancur. Aku ditipu orang! Habis aku! Entahlah, aku tidak tahu lagi bagaimana caranya menghidupi keluargaku.”

Aku panggil istriku. Aku minta istriku membawakan beberapa liter beras di gudang hasil panenku di akhir tahun plus beberapa butir telur dari kandang, .Rudi langsung permisi pulang membawa kegembiraan makan malam untuk anak dan istrinya.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Menulis Puisi Saat Traveling Ibarat Instrospeksi Diri

Oh, pandemi Covid-19. Aku rindu traveling. Aku rasa semua orang juga begitu, merindukan aroma jalanan. Terakhir aku traveling, awal Maret 2020 lalu, menjelajah sungai bersama relawan Rumah Dunia – Rudi Rustiadi dan Ahmad Sofian dari Komunitas Travel Blogger di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Saat menyusuri sungai menuju Telok Pakedai, aku menulis puisi pendek:

NARSISUS

di sungai aku berkaca
keruh airnya
narsisus menarik-narik
memberiku kekuatan
memuji diri sendiri

di sungai tiba-tiba membayang
wajahmu dengan segenap kenangan

Kalbar 7 Maret 2020

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5