Saya memulai hitchhiker saat SMA kelas 1 (1980) bersama teman sekolah – Toni dan Irul. Pertama ke Cirebon naik tuk, kereta gerbong dari Kota Serang-Banten. Gayanya mau naik gunung Ciremai. Tapi cuma sampai di kaki gunungnya, hujan lebat, balik lagi. Sayangnya tidk punya dokumentasinya karena kamera mahal.
Kedua bersama Efi dan Tanto, tahun 1981, kelas 2 SMA. Ini lebih heroik. Naik truk, kereta gerbong. Tujuannya ke Yogya tapi ketika tidur di peron, Stasiun Kroya, duit hilang. Kami pulang.

Nah, akhirnya saya hitchhiker sendirian pada 1982, selama 1 bulan. Sampai Denpasar, Bali. Bolos sekolah. Hampir tidak lulus sekolah. Tapi karena Bapak Kepala Sekolah juga, akhirnya saya diluluskan, haahhahah.
Lalu kuliah di Fakultas Sastra UNPAD, Bandung. Jua kliah awut-awutan. Tampaknya saya lebih ska praktik menulis. Juga senang mengkonfirmai apa yang dibaca (riset pustaka) di perpustakaan ke lapangan (riset lapangan)
Oh ya, hitchhiker adalah orang yang bepergian dengan cara menumpang secara gratis pada truk, pick up, kereta gerbong (nggak mau bayar) atau kendaraan pribadi yang lewat. Biasanya saya mengangkat jempol tangan (bukan kaki lho…) atau memberi isyarat untuk meminta tumpangan.

Kemudian pada 1985, saya resmi mengundurkan diri dari Fakultas Sastra UNPAD. Saya sudah tidak tahan lagi ingin segera menuntaskan tokoh imajinasi “Roy” yang saya anggap memiliki jiwa Musashi, Jim Bowie, Tom Sawyer, tokoh kita di dalam novl filsafat Iwan Simatupang. Tokoh “Roy” ini sudah ada di imajinasi saya sejak klas 1 SMA (1981). Sudah saya observasi pelan-pelan.

Selama 2 tahun saya jadi penumpang tidk gelap. Dari Kota Serang, kota demi kota hingga sampai ke Bali, NTB, NTT, Timor Timur, Papua, Maluku, Sulawsi, dan Kalimantan. Nye-top truk, kadang negosiasi di pom bensin, naik kereta gerbong, numpang kapal kayu mengarungi lautan…
Foto ini saat di atas truk, dari Banjarnegara menuju Dieng, 1986. Dan tentu akan ada baynyak foto bersejarah lainnya, yang diambil menggunakan kamera kodak, yang kadang dalam 1 rol film isi 24 paling yang bagus setelah dicetak sekitar 5-10. Foto di truk ini saja diambil oleh pak tani yang baru pulang menjual sayuran di pasar Banjarnegara.

Status ini bagian kedua. Sengaja saya tulis dalam rangka menjaga semangat menuju tgas akhir sebagai Duta Baca Indonesia, yaitu “Safari Literasi” ke Indochina, Asia Tengah, dan Eropa Timur. Startnya 22 Desember nanti bersama SIP Publishing hingga Februari 2026. Disetiap kota yang saya saya singgahi rencananya akan ada gelar wicara dan pelatihan menulis bersama pelajar, mahasiswa, diaspora Indonesia di KBRI/KJRI.
Gol A Gong
Traveler, Author
Keterangan foto Utama: Saat hichhiker traveling Indonesia, Soe, NTT, 1986.


