Dengan bermodalkan jempol, saya bisa mengelilingi nusantara pada 1985 – 87. Tidur di teras masjid, peron stasiun kereta, terminal bus, pasar, pos ronda, Polsek, Kodim, Koramil, kantor lurah, kapal.
Bagi saya traveling bukan sekadar jala-jalan menikmati kuliner atau mengagumi destinasi wisata, tapi bagian dari riset lapangan. Saya saat itu ingin menuntaskan draft calon novel remaja petualang yang sudah saya tulis sejak 1981 (saya kelas 2 SMA waktu itu).

Kemudian pada 1997 pulang dan menulis novel, cerpen, puisi, esai. Dan kita mengenal novel berjudul Balada Si Roy. Saya menulisnya selama 6 tahun, 1988-1994.
Gol A Gong
Traveler, Author


