Fiksi Mini Menurut Gol A Gong

Ada banyak cara mengungkapkan perasaan kita, bisa lewat puisi, prosa (cerpen-novel), dan esai. Sejak akhir 2021, saya dan SIP Publishing mulai mengenal fiksi mini yang lebih familiar dan tetap mengacu ke unsur intrinsik – tetap ada tokoh, lokasi, dialog, konflik, dan endingnya.

Pelopor fiksi mini (fiksimini) di Indonesia adalah Agus Noor, Eka Kurniawan, dan Clara Ng, yang aktif di media sosial Twitter pada pertengahan tahun 2010. Mereka adalah bagian dari orang-orang yang membawa tren fiksi mini yang semakin populer di Indonesia. Tapi fiksi mini versi mereka tentu menyesuaikan dengan ruang Trwiiter yang hanya 140 kata.

Lantas apa keunikan atau perbedaan Fiksi Mini versi saya dan SIP Publshing? Fiksi Mini versi saya-SIP Publising adalah cerita pendek yang pendek, tetap mengacu ke unsur intrinsik. Untuk panjang-poendeknya, kesepakatan kami di sini antara 250 hingga 500 kata.

Hal lainnya Fiksi Mini versi saya dan SIP Publishing harus 1 peristiwa dalam 1 lokasi dan waktu serta ending ceritanya mengejutkan atau twist ending. Kita mengenalnya sebagai plot twist. Seperti kopi, selama ini kita mengenalnya dengan rasa pahit atau manis, tapi segelas kopi di fiksi mini rasanya amis darah.

Gol A Gong – Mentor dan Indra Defandra – CEO SIP Publishing

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==