The Door to Door Bookstore: Sebuah Refleksi Cinta Terhadap Kerja

Oleh: Gelar Riksa

Pada 2025 lalu, ketika saya mencari buku di sebuah toko buku online, perhatian saya tertuju pada satu buku yang judulnya sangat menarik, “The Door to Door Bookstore.” Buku ini adalah buku terjemahan karya Carsten Henn, seorang penulis ajal Jerman. Judul buku tersebut mencuri perhatian saya karena tidak pernah terbayangkan bagi saya penjual buku yang datang dari rumah ke rumah.

Jemari dan mata saya menelusuri sinopsis buku tersebut, dan saya pun semakin mantap untuk membeli bukunya. Sampai selesai saya membaca, saya sama sekali tidak kecewa, benar-benar sebuah cerita yang merangkum cinta dan kesukaan pada apa yang dikerjakan oleh si tokoh utama. 

The Door to Door Bookstore bercerita tentang seorang lelaki tua bernama Carl Kollhoff, ia bekerja di sebuah toko buku hampir sepanjang hidupnya. Namun, tidak seperti umumnya toko buku, ada layanan khusus yang diberikan Carl kepada beberapa pelanggan tertentu. Ia mengantarkan buku kepada beberapa pelanggan tersebut dari rumah ke rumah sambil berjalan kaki atau bersepeda.

Saat senja tiba, Carl akan bersiap dan membawa bukunya dalam ransel. Ia langsung bergegas untuk mengantarkan buku kepada setiap pelanggan. Namun, para pelanggan khusus ini juga bukan pelanggan biasa. Mereka memiliki karakter yang tidak biasa dan sangat unik.

Carl, dalam imajinya memberi mereka nama dari nama tokoh buku yang pernah ia baca. Setelah bertahun-tahun, hubungan Carl dengan para pelanggan ini melebihi hubungan antara penjual dan pembeli. Carl benar-benar memahami mereka, dan buku apa yang mereka butuhkan atau cocok untuk dibaca oleh mereka.

Carl telah menjadi lebih dari seorang pengantar buku bagi para pelanggan ini, Carl adalah jembatan mereka untuk melihat dunia luar yang jarang sekali mereka intip. 

Carl tidak pernah menyangka bahwa rutinitas yang ia nikmati itu suatu hari akan berubah. Hal itu bermula dari pertemuannya dengan seorang gadis berusia sembilan tahun bernama Schascha. 

Schascha yang enerjik, banyak bicara, sok tahu dan meletup-letup adalah antitesa dari Carl, yang menyukai kestabilan dan rutinitas. Jelas, Carl tidak begitu menikmati pertemuan ini pada awalnya. 

Namun setelah lewat beberapa pertemuan, Carl justru menemukan hal baru dalam hidupnya. Tidak hanya ia memahami sudut pandang baru tentang kehidupan dan buku, ia juga membangun hubungan baru dengan para pelanggannya lewat Schascha. 

Carl menjadi begitu terbiasa dengan Schascha, hingga suatu waktu Schascha menghilang. Tiba-tiba ada perasaan gamang dalam dirinya, ditambah lagi, pekerjaannya di toko buku mulai terancam. 

Dunia Carl yang awalnya amat stabil, kini tiba-tiba penuh gejolak dan masalah. Carl, si orang tua pecinta buku, harus menyelesaikan persoalan yang saling berkaitan ini untuk mengembalikan lagi kedamaiannya sebagai penjual buku.

Kecintaan Terhadap Apa Yang Dikerjakan

Bagi saya, cerita tentang Carl Kollhoff si pengantar buku ini adalah cerita tentang cinta terhadap kerja. Melawan segala dogma tentang kerja, yang dianggap beban hidup yang dibutuhkan untuk mencari uang. 

Carl justru menganggap kerjanya adalah tugas hidupnya, bahwa eksistensinya di dunia ini adalah untuk memberitahu buku yang bagus bagi orang lain, dan mengantarkan buku-buku itu untuk dapat menemui pembacanya.

Carl mencintai buku, dan ingin orang-orang juga memiliki kecintaan terhadap benda tersebut. Ini adalah suatu semangat hidup yang berawal dari keinginan melakukan sesuatu, bukan dari keinginan segera pensiun dari pekerjaan saat cukup banyak uang. 

Menurut saya, puncak dari keberhasilan seseorang dalam hidupnya adalah mampu menemukan hal yang ingin ia lakukan sampai mati. Ia tidak ingin pensiun, karena baginya pekerjaannya telah menjadi tugasnya. Bukan dalam artian korporasi dan pertukaran antara waktu dan uang.

Apa yang direpresentasikan Carl adalah keinginan untuk menjalankan peran yang hanya ia yang mampu. Otentisitas dalam bekerja dan berkarya, ia tidak ingin uang yang lebih banyak, ia tidak perlu popularitas, Carl hanya ingin bekerja di sekitar buku dan mengantarkannya pada pembaca, hanya itu.

Buku ini sangat cocok bagi mereka yang ingin melihat suatu cerita yang “biasa”, tentang orang biasa yang mengerjakan pekerjaan yang biasa. Namun, dari sudut pandang yang baru, cerita itu nampak megah, dan hangat pada waktu yang bersamaan.

Saya sangat merekomendasikan buku ini sebagai bacaan ringan bagi siapa saja, terutama bagi mereka yang merasa sedang resah dengan pekerjaannya dan sedang menginginkan cara baru dalam melihat pekerjaan dan keinginan. 

Judul buku: The Door to Door Bookstore

Penulis: Carsten Henn

Penerbit:Baca

Tahun terbit: 2025

Jumlah halaman: 301

Genre: Fiksi

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==