Saya tidak sedang membicarakan peristiwa politik tahun 1965 ketika Partai Komunis Indonesia, Bung Karno, Pak Harto, 7 Jendral, Lubang Buaya, dan Supersemar. Saya hanya sedang berpikir, kenapa rakyat Indonesia di kampung-kampung itu miskin dan tertinggal pendidikannya?

Saya juga tidak akan menyebut orang kampung itu bodoh, tapi mereka kesulitan mengakses pendidikan. Jika mereka diberikan kesempatan yang sama seperti orang kota, menurut pendapat sementara saya, mereka bisa lebih pintar dari orang kota.

Bagaimana caranya agar orang yang tinggal di kampung bisa lebih merdeka dalam mengakses pendidikan?

Di era sekarang, banyak lembaga pendidikan yang memilih lokasi di kampung-kampung. Orang kaya di kota membeli tanah di kampung dengan harga murah (bukan terjangkau) lalu kemudian membangun pusat belajar ekslusif bagi orang kota. Sementara orang kampungnya hanya diberi peluang menikmati hal remeh-temeh seperti ojek, supply pembantu. Sementara itu tidak ada kuota permanen bahwa 10% dari ribuan siswa di dalamnya harus orang kampung. Bayangkan kalau seperti itu. Koreksi jika saya salah.

Akhirnya saya membuka-buka lagi Madilog-nya Tan Malaka yang menurut pendapat sementara saya: masih relevan dengan kondisi sekarang. Kamu boleh berbeda pendapat.

Vietnam sudah pesat dengan materialisme, kita masih menghamba pada mistisisme. Kita cepat tersinggung ketika muncul tesis tanpa menyodorkan antitesanya sehingga tidak pernah ditemukan sintesanya. Dialektikanya tidak terjadi. Dialog kadang tertutup, karena kita lebih suka melaporkannya ke pihak berwenang. Kelas atas atau kamu Borjuis baru lebih suka mencari nafkah dengan memeras dan menyakiti orang lain. Dan logika kita harus rasional. Kita harus mau berpikir maju dengan perkembangan zaman.

Setidaknya itulah yang saya temukan sementara. Sayang sih, saya tidak berhasil menemukan Ho Chi Min Library dan foto-foto Tan Malaka di sana. Barangkali ini tesis saya. Silakan sodorkan antitesis kamu.

Gol A Gong
Traveler, Author
Chongqing China, Literacy Journey 12 Negara, 13 Januari 2026, pukul 01:39 AM

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==