Oleh: Zaeni Boli
Momen menyambut Lebaran sudah terasa di mana-mana, tidak hanya di kota-kota besar di Indonesia, tetapi juga hingga ke pelosok negeri. Perayaan Hari Besar Umat Islam di seluruh dunia, yakni Hari Raya Idulfitri, bukan hanya dinikmati oleh mereka yang berkecukupan, tetapi juga oleh semua kalangan.
Ini adalah momen kemenangan setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa, sekaligus waktu yang tepat untuk bersilaturahmi.
Momen bersilaturahmi dengan sanak saudara tentu tidak ingin dilewatkan oleh siapa pun, termasuk keluarga pra-sejahtera yang penghasilannya kurang dari UMR daerah, tetapi tetap ingin merayakan hari raya bersama keluarga besar. Maka, perlu disiasati dengan berburu barang murah di pasar tradisional.
Biasanya, pada momen-momen seperti ini, ada saja pedagang yang menawarkan dagangannya dengan cara kreatif dan menarik minat pembeli. Seperti yang dilakukan oleh salah satu penjual di Pasar Larantuka, yang menjual sandal dengan harga cukup terjangkau—Rp20.000 untuk anak-anak dan Rp25.000 untuk dewasa.
Dengan harga yang ramah di kantong, barang dagangannya pun langsung diserbu pelanggan yang antusias ingin tampil bergaya saat Lebaran tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.
Selain itu, bagi keluarga pra-sejahtera, berburu pakaian juga bisa dilakukan di toko serba Rp35.000 atau mencari pakaian bekas layak pakai. Ada banyak cara untuk merayakan Hari Raya Idulfitri, dan yang terpenting adalah tetap bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Beruntunglah kita masih dipertemukan dengan Ramadan tahun ini.



