Ibu Maya menjelaskan bahwa usahanya bergerak dibidang kuliner, terutama olahan ikan seperti kecap dan sambal ikan sagela. Namun, ia juga memproduksi snack seperti kripik pisang keju, kacang mente/mede dan masih banyak yang lainnya.
“Awalnya produksi skala kecil, alhamdulillah setelah terpilih menjadi UMKM binaan BI Gorontalo, bisa berkembang,” katanya.

Ibu Maya menjelaskan, proses seleksi untuk menjadi UMKM binaan BI Gorontalo adalah dengan melengkapi surat perizinan usaha, lolos uji BPOM dan sertifikasi halal, kemudian disurvei ke tempat produksi dan diwawancara oleh pihak Bank Indonesia Gorontalo.

“Alhamdulillah dapat pembinaan, dan diberi bantuan alat produksi. Kalau ada bazar seperti ini atau ada kebutuhan bingkisan, Bank Indonesia akan hubungi kami untuk siapkan,” ujarnya.
“Jadi binaan BI harus siap sedia stok. Karena kadang permintaan mendadak. Sore ditelepon, besok pagi harus sudah diantar,” tambah anak Bu Maya.


