Istriku tidak mengizinkanku solo traveling. Jordy – putra ketiga, siap menemaniku traveling ke Indocina, Asia Tengah, dan Eropa Timur.
Gong Traveling 2: Jordy Siap Menemaniku Traveling

Dunia Kata, Dunia Imajinasi
jalan-jalan nulis buku

Istriku tidak mengizinkanku solo traveling. Jordy – putra ketiga, siap menemaniku traveling ke Indocina, Asia Tengah, dan Eropa Timur.

Kali ini saya menugaskan Jordy dan Natasha menulis buku catatan perjalanan. Mereka siap menulis. Nanti akan saya turunkan semua ilmu menulis yang saya punya kepada mereka. Dan selama dalam perjalanan nanti, kami akan melaporkan dalam bentuk video pendek serta status di medsos.

Tugas akhir Jordy bikin film setelah pulang menemani saya backpacking ke Indochina, Asia Tengah, dan Eropa Timur pada Januari sd Februari 2026.

Sewaktu si bungsu kecil, sekitar usia 8-12 tahun, sudah saya ajak traveling se-Jawa, Sumatera, dan Singapura. Sekarang saya ajak menemani traveling ala backpacker ke Indochina, Asia Tengah, dan Eropa Timur.

Seperti halnya kamu yang kecanduan rokok, barangkali saya kecanduan traveling. Jujur saja, saya kangen menyandang ransel, berpindah dari satu kota ke kota lainnya, bertemu banyak orang dan menulisannya.

Bahkan ketika di Bandung, aku lari dari Cikutra ke Dago Pakar, terus ke Maribaya setiap Minggu pagi. Itu karena aku ingin jadi juara dunia badminton. Alhamdulillah, aku juara badminton di Asian Para Games (Solo, 1986) dan Jepang (1989)

Desember 2025, amanah saya sebagai Duta Baca Indonesia selesai. Kemudian saya akan menyandang ransel menyusuri Thailand, Laos, Vietnam, China, terus ke Asia Tengah, dan Eropa Timur.

Tentu tidak gratis. Saya bertaruh. Kadang bisa dapat Rp. 50 ribu – Rp. 100.000,- Makan sepiring antara Rp 500 – Rp 1000, Kamar hotel di sebelah stasiun kereta atau di terminal bus masih ada yang Rp. 10.000 – Rp 25.000,- asalkan tengah malam tutup kuping karena akan terdengar “ah uh ah uh” dan cekikikan atau tangisan perempuan.

Ya, saya memaklumi. Usia yang sudah 63 tahun nanti, harus realistis juga. Anak ketiga siap menemani. Sekalian merayu si Bungsu. Semoga Allah memudahkan segala rencana traveling bertiga ini, ya.

Biasanya kami sekeluarga backpacking. Tapi anak pertama dan kedua sudah punya kesibukan masing-masing. Sedangkan Tias Tatanka memilih di rumah, menunggui cucu pertama lahir. Semoga Allah memudahkan rencanaku ini.

Tahun depan usia saya 63 tahun. Saya bisa memaklumi kekuatiran Tias kalau saya traveling sendirian ke IndoChina, Asia Tengah, dan Eropa Timur. Saya tidak mau takabur. Akhirnya solusi dicari. .Tias bertanya kepada putra ketiga kami, Jordy Alghiffari, “Apakah mungkin nemenin Papah traveling?”

Bayangin, 4 hari seru di Thailand, keliling tempat ikonik, dan kamu dibimbing langsung menulis kisah perjalanan oleh Gol A Gong, penulis yang sudah menjelajah 20 negara!

Program Gong Traveling ini bukan berorientasi bisnis. Tapi banyak ibadahnya. Setiap peserta secara tidak langsung ikut terlibat mendukung gerakan literasi di Rumah Dunia. Termasuk mengongkosi para relawan #RumahDunia. Para peserta juga bisa mengambil hikmah dari traveling ini, berupa pembelajaran 9 nilai hidup

Gong Traveling, jalan-jalan sambil nulis buku. Ayo, gabung. Kontak WA 0819 06311 007, ya. Pemberangkatan 2-3-4-5 Juli 2024 nanti.

Gong Traveling ke Georgetown bukan sekadar jalan-jalan, tapi juga nulis buku. Ayo, kita kemasi ransel untuk jadwal 4-5-6 Juni 2024. Kontak W|A ke 0819 06311 007.

Gong Traveling, jalan-jalan sambil nulis buku bersama Gol A Gong. Kali ini ke Georgetown, 4-5-6 Juni 2024 nanti. Kontak Tias Tatanka di 0819 06311 007.

Gong Traveling adalah unit usaha Rumah Dunia. Selain gedung yang disewakan, Rendezvous Cafe, penerbitan buku lewat Gong Publishing, honor sebagai Nara sumber, sedekah dari relawan Rumah Dunia, dan simpatisanz juga Gong Traveling.