Janganlah kita memandang rendah hanya karena penampilannya. Filosofi ini ditampilkan dalam bentuk puisi untuk anak-anak.
Kecil Bukan Lemah

Dunia Kata, Dunia Imajinasi
Melatih peka

Janganlah kita memandang rendah hanya karena penampilannya. Filosofi ini ditampilkan dalam bentuk puisi untuk anak-anak.

Hallo, aku Nayaka. Saat ini aku duduk di kelas 4 SD. Hobbyku menyanyi dan menulis cerita, aku juga sangat suka mendengarkan musik. Aku pernah menulis dan membacakan puisi saat kelas 1 SD. Ibu guru dan teman-temanku mengapresiasiku, walaupun dalam berbicara artikulasiku tidak jelas karena aku didagnosa motorik delay. Aku adalah anak yang selalu semangat dan optimis. Oke, selamat membaca 5 puisiku tentang sahabat, ya.

Puisi Anak kaliini adalah 4 Puisi Ferro Aurelia Andini. Sudah edisi 16/I/1 Oktober lagi. Ayo, menuls puisi. Rekamlah lingkungan kamu, ya. Seperti Fero, yang mendokumentsikan keadaan di sekelilingnya ke dalam puisi.

Kejutan. Dua minggu berturut-turut puisi Novia Harizona tayang. Kali ini edisi 15/I/24 September 2024. Ayo, nikmati puisinya.

Puisi Anak terus menggelinding. Sekarang sudah edisi 14/I/17 September 2024. Kali ini 5 puisi Novia Harizona. Ditunggu kryamu, ya.

Puisi Anak terus bermunculan. Sekarang edisi 13/I/10 September 2024 giliran Ferro Aurelia Andini. Ayo, ditunggu puisinya.

Puisi Anak kini sudah edisi 12/I/3 September 2024. Kali ini Zaskia Putri A.Z. Ayo, ditunggu puisi-puisi kamu, ya.

Puisi anak sudah edisi 11/I/20 Agustus 2024. Redaksi hanya minta antara 3-5 puisi, tapi yang mengirimkan kebanyakan 10 puisi. Saking semangatnya.

Ekspresikan dirimu lewat puisi anak. Silakan menikmati puisi-puisi saya di sini. Sungguh lega rasanya jika hati gundah-gulana atau bersuka-cita, kemudian berhasil menyalurkannya lewat puisi. Semoga anak-anak Indonesia suka dengan puisi anak yang saya tulis ini.

Zahira Kania Ardian adalah sisiwi kelas 1 SDN Purwakarta, Cilegon. Dia sudah berani menulis puisi. Ayo, anak-anakku, ditunggu puisi-puisinya.

Kali ini puisi anak ditulis Nayaka Sadajiwa penderita laxity dimana otot-ototnya lemah sehingga delat motorik. Tapi itu tidak membuatnya menyerah menulis puisi.

Puisi anak sudah edsi keseuluh. Sambutannya luar biasa. Bahkan ada orang dewasa yang menulis juga. Kali ini Puisi Anak: Lima Puisi Alifia Aila Andita. Selamat membaca.

Puisi Anak sudah edisi 9/I/16 Juli 2024. Sekarang giliran Madinah Aulia Ramadhani. Semoga anak-anak kita bisa mengendalikan emosi dan kegelisahannya ke dalam puisi. Ditunggu puisi-puisinya, ya.

Puisi Anak sudah edisi 8/I/9 Juli 2024. Semoga anak-anak kita b isa mengendalikan emosi dan kegelisahannya ke dalam puisi. Ditunggu puisi-puisinya.

Puisi Anak sudah edisi ketujuh. Tidak terasa, seperti batu yang menggelinding dari puncak. Kali ini 10 puisi karya anak kita: Queenary Naquita Zhafira. Selamat menikmati.

Pusi anak terus bergulir. Sekarang edisi keenam, giliran Zahwa Aqhila, pelajar SMP Unggulan Uswatun Hasanah. Selamat membaca, ya.

Puisi Anak sudah edisi 5/I/18 Juni 2024. Kali ini 6 puisi Safira Nur Maulida. Ayo, Paman Gong tunggu, ya. Bu Guru atau Pak Gurunya boleh membantu mengirimkan puisi-puisinya. Diberi kata pengantar oleh gurunya, ya.