Rumah Dunia sejak 1998 bisa terus bertahan hingga sekarang karena militansi para relawannya. Mereka menyadari bisa sukses karena Rumah Dunia.
Kisah Relawan: Jadi Mentor di Rumah Dunia

Dunia Kata, Dunia Imajinasi
Suka duka relawan literasi

Rumah Dunia sejak 1998 bisa terus bertahan hingga sekarang karena militansi para relawannya. Mereka menyadari bisa sukses karena Rumah Dunia.

Tiga tahun sudah Rudi Rustiadi menemani saya sebagai Asisten Duta Baca Indonesia. Dari Sabang hingga Merauke. Silakan kontak Rudi jika ingin mengundang saya.

Aku sempat berpikir tidak akan bisa mengendarai motor karena koplingnya di kiri. Sedangkan tangan kiriku buntung. Kata Bapak pada 1979, “Nanti ada motor Jepang yang koplingnya di kaki.”

Investasi saya mengikuti 5 kelas di Tempo Institute dengan nilai investasi kurang dari 1 juta ternyata memberikan return 14 kali lipat. Tidak ada instrumen investasi keuangan yang memberikan return sebesar investasi “leher ke atas” ini.

Yogi Kurniawan merasa sangat bersyukur ketika dirinya dinyatakan lolos dalam seleksi Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) batch 3 di Universitas Padjadjaran, Bandung.

Tampil apa adanya. Jangan ditutup-tutupi. Seperti aku yang terus beradaptasi dengan lingkungan yang tubuhnya sempurna. Akhirnya semua menyesuaikan.

Naufal Nabilludin bercerita tentang feature human interest di pembinaan kepenulisan Baznas Banten

Banyak hal yang kami obrolkan di tempat acara pernikahan. Misalnya hadiah yang perlu disiapkan untuk calon istri kita. Itulah yang disebut mas kawin atau mahar, selebihnya ada persiapan yang perlu diperhitungkan dengan matang.

Satu persatu relawan Rumah Dunia berhasil menyelesaikan kuliahnya dan menikah. Mereka harus keluar dari ondok Rumah Dunia. Seperti Hilman Suteja. Dia S2 dari FISIP UNPAD Bandung. Kemudian bekerja di Humas Untirta, mencicil rumah, dan kini menikah dengan Noni di Pagelaran, Pandeglang.

“Serang Book Party dibuka pada Februari 2024. Sebagian besar yang mengikuti acara ini bukan warga asli Serang, melainkan warga daerah lain yang sedang menuntut ilmu di Kota Serang,” kata Umam, Koordinator.

Pekerjaan bukanlah sekadar aktivitas sehari-hari, melainkan sebuah investasi dalam kehidupan yang lebih baik. Kisah para penjual sapu dan penjual asongan di pasar Rau mengajarkan kita tentang nilai-nilai kejujuran, kerja keras, dan tanggung jawab.

Orang-orang semakin enggan untuk bertani. Daya tarik kehidupan di kota dengan segala kesibukannya membuat banyak anak muda meninggalkan kampung halaman mereka. Pekerjaan di bidang pertanian yang dulu dianggap mulia dan vital, kini sering dipandang sebelah mata.

“Pelajaran jurnalistik ini perlu pembiasaan, yaitu dibiasakan dengan praktik langsung menulis apa yang kita lihat di sekitaran, dengan itu kita akan terus berkembang,” sambung narasumber.

Sejo juga menceritakan pengalamannya ketika ia bergabung di kelas menulis Rumah Dunia. Menurutnya di Banten saat itu masih belum banyak orang yang berprofesi sebagai penulis dan hal itulah yang memotivasinya untuk mengikuti kelas menulis.

Setelah Magrib, Selasa 5 Juni 2024, saya bersama Fazri – sesama relawan Rumah Dunia, keluar untuk mengantar paket ke Tiki, titipan dari Ibu Tias. Kebetulan …

Dalam keheningan itu, aku merenung. Mungkin kematian adalah bagian dari siklus alam yang harus kita terima, meskipun sulit. Tanpa kematian, apakah kita akan benar-benar menghargai kehidupan? Apakah cinta akan terasa sama tanpa ancaman kehilangan

Kenyataan pahit itu harus diterima Panitia Harbukfes 2024 di Untirta. Najwa Shihab batal datang, karena ada wawancara eksklusif. Begitulah, hidup memang penuh risiko.