Perjalanan ke Teater Korek: mengenang masa belajar seni, menjalin silaturahmi, dan membawa pulang hibah buku berharga untuk TBM Lautan Ilmu
Mengunjungi Teater Korek dan Mendapatkan Berkah Buku

Dunia Kata, Dunia Imajinasi
Suka duka relawan literasi

Perjalanan ke Teater Korek: mengenang masa belajar seni, menjalin silaturahmi, dan membawa pulang hibah buku berharga untuk TBM Lautan Ilmu

Bagi saya, Teh Pipiet dan Rossy Panjalu adalah perempuan hebat. Kalau ada penulis muda yang mengeluh, harus berguru kepada mereka. Dengan tubuh yang sakit, mereka treus berkaya. Tidak meratapi nasib.

Teknik pengambilan gambar yang aku ambil top shot, jadi kamera dari atas mengarah kebawah. Agar, visual lebih dramatik.

Entah ada angin apa, kemarin waktu buka Facebook, eh, tiba-tiba ada notifikasi: ada artis sinetron yang minta pertemanan! Awalnya agak nggak percaya. Tapi pas discroll ke bawah, eh, kayaknya iya… ini Babeh Idrus Madani!

Sebenarnya, untuk mendapatkan alur cerita yang menarik, butuh proses-proses yang panjang dan melelahkan otak.

Malam hari ini, aku mencoba keluar dari kontrakan dan berjalan kaki menuju Tugu Yogyakarta.

Waktu kuliah terasa cepat berlalu, tapi momen sederhana bareng teman—seperti botram di kampus—selalu jadi kenangan yang hangat dan berharga.

Nonton film Tugas Akhir sambil nyatet teori dan bikin review buat tugas UTS. Ini dia pengalaman mahasiswa Gen Z di kelas Film History yang relatable banget!

Wawancara dengan staf TU Labschool SMA UPI jadi pengalaman berharga yang membuka mata tentang pentingnya pengelolaan sarana, prasarana, dan pembiayaan pendidikan. Gak cuma belajar teori, tapi juga praktik komunikasi dan kerja tim di lapangan.

Catatan personal seorang relawan tentang pengalaman jatuh cinta berkali-kali di Rumah Dunia, pusat literasi dan kesenian di Banten.

Dari kelas Film Theory ke konten review film terbaru—cerita tugas kuliah yang berubah jadi pengalaman bikin konten kreatif.

Di tengah perjalanan panjang itu, posko ini jadi tempat rehat. Tempat untuk sekadar berhenti, menarik napas, lalu melanjutkan lagi.

Sungguh aku tidak menduga, betapa panjang dan berlikunya penalaman bekerjaku di dunia literasi baca dan tulis. Sudah lebih dari 40 tahun. Terima kasih kepada semua yang sudah mendukung aku,

Sampai akhirnya, 2 tahun lalu aku beneran menginjakkan kaki di Korea Selatan untuk pertama kalinya.

Kebaikan terbesar Pak Jongho bukan cuma soal ngadain study group gratisnya. Tapi lebih ke niat tulus beliau yang beneran peduli sama masa depan kami sebagai peserta didiknya.

Pulangnya, aku ngerasa seneng banget. Ngabuburit dan buka puasa hujan-hujanan di Cihampelas kali ini gak cuma soal bareng teman, tapi lebih ke menikmati momen-momen kecil yang bikin hari berasa lebih hidup.

Nanti kalau ada waktu luang aku mau tambahin ilustrasi lagi. Lumayan bisa dipakai mendongeng sebagian kisah Negeri Permen. Emang aku tuh suka nambah-nambah. Hahaha. Masya Allah, tabarakallah, allahumma baarik ‘alaih.