Ketika aku ingat-ingat, ternyata pengalaman kerjaku lumayan juga:

1989 – 1992: Gramedia Majalah (HAI, Warta Pramuka). Di Palnerah inilah aku digembleng dan mendapatkan stimulus yang hebat. Arswendo Atmowiloto menjadi pendorong semangatku untuk embali pulang membangun Banten di dunia Literasi. Rumah Dunia adalah karyaku diluar dunia fiksi.

1993 – 1995: Kartini Group (Karina). Setelah dari Gramedia, aku memilih bekerja di Bandung. Kartini Group memberi kepercayaan kepadaku jadi Biro Bandung untuk Tabloid Karina. Pekerjaan ini sangat aku gemari.

1995 – 1996: Indosiar. Setelah tidak sreg lagi bekerja jadi wartawan karena selalu saja bersinggungan dengan dunia amplop agar aku tidak menulis sebuah kasus, akhirnya aku memilih mundur dari dunia kewartawanan. Hilman Lupus mengajakku bergabung di Indosiar.

1996 – 2008: RCTI. Setahun kemudian aku ditawari jadi tim kreatif di RCTI. Rupanya RCTI sedang menyiapkan inhouse production. 12 tahun penuh intrik di RCTI. Itu membuatku lelah luar-dalam. Akhirnya aku pensiun dini dan fokus di Rumah Dunia.

2008 – 2010: Banten TV. Banten mulai memasuki era TV. Saya jadi asisten manajer. Saya pindahkan apa yang pernah saya lakukan dan alami di RCTI. Tapi juga penuh intrik. Tidak bertahan lama.

2000 – sekarang: Dewan Pertimbangan FLP. Di sini saya freelance. Saya menulis di mana-mana. Sya memberikan pelatihan menulis hingga ke luar negeri.

2010 – : Gong Publishing. Di waktu luang, aku menekuni dunia penerbitan walaupun kemudian mitraku mengkhianatiku. Tadinya skalanya nasional dimana buku-buku kami tersebar di seluruh toko buku Gramedia, akhirnya sekarang skalanya komunitas.

2010 – : Ketua Umum PP Taman Bacaan Masyarakat Indonesia, Kemdikbud RI. Saya keliling Indonesia menjalankan program Indonesia Menulis.

2010 – : Creative Program di PH. Saya bersama relawan Rumah Dunia menggarap FTV Sinema Romantis dan beberapa proyek penulisan novel anak. Dengan cara begini, kas Rumah Duia terisi dan hingga sekarang kegiatan Rumah Duia berjalan terus.

2021 – 2025: Duta Baca Indonesia, Perpustakaan Nasional RI. Sebelumnya Tantowi Yahya, Andi F Noya, dan Najwa Shihab.

Aku mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang sudah membantu dan mendukung karirku di dunia literasi baca dan tulis. Gusti Allah yang membalas.

Gol A Gong
Serang 28 Maret 2025

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==