Nyenyore hari kedua Rumah Dunia menghadirkan bedah buku Wanita Kabut karya Armakalaya, membahas representasi perempuan dan kompleksitas cinta.
Nyenyore Rumah Dunia Hari Kedua: Bedah Buku Wanita Kabut

Dunia Kata, Dunia Imajinasi
Komunitas baca dan tulis

Nyenyore hari kedua Rumah Dunia menghadirkan bedah buku Wanita Kabut karya Armakalaya, membahas representasi perempuan dan kompleksitas cinta.

Oleh Khoiru Roja – Relawan Rumah Dunia Di sore hari, pada tanggal 3 Desember 2025, beberapa mahasiswa UIN Banten mendatangi TBM Rumah Dunia. Mereka datang …

Cerita hangat perjalanan Azmi menuju Rumah Dunia di Serang. Dari naik kereta, jalan kaki, hingga pertemuan tak terduga dengan para relawan dan Mas Gol A Gong, pengalaman ini menjadi pelajaran kecil tentang semangat, kesederhanaan, dan kebaikan yang tulus.

ada hari Kamis, 31 Juli 2025, sebanyak 28 siswa-siswi dari kelas 10 hingga 12 SMA Islam Terpadu Bina Insani mengikuti kegiatan kunjungan edukasi dan literasi ke Rumah Dunia, Serang.

Perpustakaan Keliling Rumah Dunia kembali hadir di Car Free Day (CFD) KP3B, Kota Serang, Banten, Minggu Pagi (13/07).

Rumah Dunia Serang menggelar perayaan Hari Buku Sedunia 2025 dengan tema ‘Literasi Masyarakat: dari Banten untuk Indonesia’. Acara ini mendorong kesadaran literasi melalui karya lokal dan peran aktif TBM

Auditorium Rumah Dunia di Kota Serang menyediakan ruang representatif untuk seminar, workshop, pertunjukan seni, dan pemutaran film. Fasilitas lengkap, AC, sound system, proyektor, hingga katering enak dan terjangkau. Sewa sekarang!

Tiga Duta Baca di Hajatan Hari Buku Sedunia. Gol A Gong (Indonesia), Rahmat Heldy (Banten), Lailatul Maulidiya Rahman (Kota Serang) . Siap-siap. Sabtu 26 April 2025, pukul 13.00 WIB di Rumah Dunia. Hajatan Hari Buku Sedunia. Dari Banten untuk Nusantara.

Seperti biasa, menu pembukanya pembacaan puisi oleh Djoe Taufik alias Jang Rudun. Sekitar 50 orang hadir di acara ini. Agenda Panggung Sastra Mei 2025 membedah novel “Menata Hati di Ujung Senja” karya Najwa Fadia, peserta Kelas Menulis 2002, yaitu angkatan pertama. Semoga bisa sebulan sekali, ya.

Acara ini terbuka untuk umum. Gratis! Bagi yang belum memiliki bukunya siapkan uang secukupnya untuk membeli on the spot di lokasi acara + bonus tandatangan dan senyum manis penulisnya. Bonus lainnya: Tips dimuat di Kompas!

Acara rutin tahunan: Nyenyore dan Kado Lebaran – menunggu waktu berbuka puasa dengan berdiskusi. Alhamdulillah , tahun 2025 ini masih berthan digelar. Terima kasih para simpatisan, donatur, dan relawan Rumah Dunia. Dari dana yang dibutuhkan Rp 14 juta terkumpl Rp 12.640.000

Selasa sore, 4 Maret 2025 itu, aku merasa lebih bersemangat mengajar. Tanpa sadar aku melakukan hal sama seperti awal Rumah Dunia bergerak 23 tahun lalu. Satu persatu anak kubacakan buku, sambil memancing mereka menirukan bacaan dalam bahasa Inggris.

beberapa minggu lalu minta izin hubby untuk mengajar les di pendopo dalam. Sepertinya tenaga dan pikiranku jauh lebih banyak keluar jika kegiatan les dilakukan di pendopo depan. Aku seperti bepergian ke sebuah tempat agak jauh dari rumah.

Rumah Dunia bergerak di jurnalistik, sastra dan film. Maka setelah membaca, ya, menulis. Itu harga mati. Tidk cukup hanya sekadar membaca tapi harus berdampak ekonomi. Itu sebab menulis bukan sekadar hobi, tapi dijadikan profesi untuk menafkahi hidup.

Dengan cinta dan kesetiaanku, Rumah Dunia, selamat menjadi ruang tempat kami bertumbuh dan meranumkan diri. Tak akan kulepaskan kau walaupun sakit menderamu.

Pada momen ulang tahun RD ke-23, saya berdoa; semoga RD, wa bil khusus buat para pendirinya, para relawannya, dan seluruh alumni KMRD-nya mendapat keberkahan hidup, memperoleh keridhoan Allah, serta bisa meraih cita-cita yang diharapkan tiap masing-masing individu

Dari Rumah Dunia dapat ilmu dan wawasan banyak. Nambah jaringan relasi. Diajarkan nulis dari nol sampai bisa. Orang-orang di dalamnya keren-keren dan memotivasi. Terima kasih banyak Rumah Dunia