Oleh: Robi Setiawan & Naufal Nabilludin
Serang, Minggu, 1 Maret 2026 — Rumah Dunia menggelar Nyenyore hari kedua dalam rangkaian program Ramadan 2026 dengan mengadakan bedah buku Wanita Kabut karya Armakalaya. Kegiatan ini mengusung tema Membaca Representasi Perempuan dalam Kumcer Wanita Kabut.
Acara yang berlangsung pukul 16.00 WIB hingga menjelang berbuka puasa ini menghadirkan Armakalaya sebagai penulis, Ardian Je sebagai pembedah buku, dan Rowan sebagai moderator. Sebelumnya, Nyenyore hari pertama diisi dengan diskusi konten kreator.



Buku Wanita Kabut terbitan Gong Publishing ini memuat 20 cerita pendek yang mengeksplorasi cinta dalam berbagai wajah dan kompleksitasnya. Tidak hanya berbicara tentang relasi romantis, tetapi juga tentang cinta dalam lingkup keluarga, ambisi, bahkan hasrat dan kepentingan tertentu.

Menurut Ardian Je, Armakalaya meracik cinta dalam berbagai wajah dan kompleksitasnya, mulai dari cinta yang membangkitkan gairah hidup hingga cinta yang menghancurkan.
“Ia berhasil meracik cerita cinta yang kompleks namun membekas dalam ingatan saya setidaknya,” ujar Ardian Je.

Salah satu cerpen yang menjadi sorotan adalah “Wanita Kabut”, yang memadukan kisah cinta dengan unsur magis seperti tenung atau pelet, sehingga menghadirkan konflik yang tidak hanya emosional, tetapi juga simbolik.
“Kecintaan kita pada sesuatu bisa saja membuahkan sesuatu yang terasa manis dan indah atau pahit dan penuh luka. Dari cinta itu pulalah kita menemukan pelajaran penting sebagai manusia,” ujar Ardian Je.
Dalam sesi tanggapan, Armakalaya berbagi proses kreatif penulisan cerpen-cerpennya, termasuk ketertarikannya mengangkat relasi cinta yang tidak hitam-putih. Ia mengakui bahwa sebagian cerita memang lahir dari pengalaman pribadi dan perenungan panjang.

“Baik laki-laki maupun perempuan berpeluang untuk menjadi korban kekerasan. Oleh karena itu, marilah kita tingkatkan pengetahuan kita tentang menciptakan ruang aman bagi semua. Karena cinta mendatangkan keindahan, bukan rasa sakit pada orang yang kita cintai,” jawab Armakalaya ketika ditanya tentang pentingnya menciptakan ruang aman bagi perempuan.
Acara berlangsung interaktif. Beberapa peserta turut berbagi cerita tentang kisah cinta mereka atau bagaimana mereka memaknai cinta dalam kehidupan masing-masing.
Ada pula pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan, seperti, “Apakah cinta bisa membuat seseorang menjadi jahat?” Diskusi ini terbilang berhasil dalam membicarakan persoalan perempuan dan cinta secara terbuka.
Acara Nyenyore ini menjadi bagian dari upaya konsisten Rumah Dunia dalam merawat tradisi literasi di Banten, khususnya di bulan Ramadan.



