Rumah Dunia Ada karena Balada Si Roy

 Tahun 2002, saya butuh dana untuk membebaskan tanah seluas 1000 meter persegi di halaman belakang rumah, Komplek Hegar Alam, Kampung Ciloang, Serang-Banten. Saya sudah berjanji kepada Allah SWT akan membangun gelanggang remaja seperti Ali Sadikin bangun di Jakarta. Saya ingin anak-anak muda Banten di masa depan bisa lebih mudah mengakses sastra, jurnalistik, dan film.

Alhamdulillah, Indika Entertainment pada 2002 memproduksi Balada Si Roy jadi sinetron. Ari Sihasale jadi tokoh Roy. Sayang, sinetronnya hanya diputar di Malaysia. Tapi, dari dana itu saya bisa membebaskan tanah 1000 meter dan membangun Rumah Dunia bersama istri tercinta – Tias Tatanka. Padahal saya berhutang kepada Tias mas kawin keliling dunia.

Ayo, Megang Sapu di Rumah Dunia

Rudi Rustiadi – Relawan Rumah Dunia

Yang rutin di Rumah Dunia selain berkegiatan adalah nyapu. Setiap datang ke Rumah Dunia di hari Sabtu dan Minggu saya selalu menyempatkan diri, dan waktu untuk menemani relawan menyapu halaman Rumah Dunia.

Entah mengapa saya merasakan keberkahan pada setiap ayunan sapu yang saya pegang. Barangkali karena saya banyak mengambil manfaat dari Rumah Dunia. Jadi ketika saya memberi apa yang saya bisa, energi positif yang entah dari mana, seperti saling mengikat antara saya dan Rumah Dunia (berkah). Timbal-balik, barangkali begitu teorinya. Walaupun saya sadar apa yang saya dapat dari Rumah Dunia, tidak akan pernah bisa saya kembalikan dengan hanya penyapu.

Nonton Gala Premiere Film Balada Si Roy

SELAMAT, GENG! KAMU DIUNDANG KE GALA PREMIERE FILM BALADA SI ROY. 😉

Masing-masing pemenang mendapatkan 2 tiket Gala Premiere Balada Si Roy. 🥳

GengRAT

  1. @rezaseptian97
  2. @shity_daffa07
  3. @2ndtikpur
  4. @ora.iso.meneng_168
  5. @03_10abdulhadi
  6. @othniel_romeo
  7. @wildanda.hf
  8. @gagitubi_

GengBORSALINO

  1. @fhmdjan
  2. @febbynaaaaa
  3. @faridh_iskandar
  4. @_surur
  5. @aa.didii_30
  6. @mentariwinda93
  7. @naililmona

DM @filmbaladasiroy untuk klaim tiketnya ya. Sampai ketemu di bioskop. 🙌

BaladaSiRoy #GENGRAT #GENGBORSALINO

Kelas Menulis Rumah Dunia Angkatan ke-38 Dibuka


Saatnya bergabung bersama kami di Kelas Menulis Komunitas Rumah Dunia (KMRD) Angkatan ke-38! KMRD adalah wadah yang cocok untuk mengasah potensi dan kreativitas menulis. Selama 4 bulan akan disuguhkan materi berupa dasar-dasar kepenulisan mulai dari jurnalistik, fiksi & non-fiksi.

Alumnus KMRD sudah menyebar. Ada yang jadi dosen dan menulis, wartawan, novelis, penulis skenario, boss rumah produksi, boss cace,boss penerbitan, boss kuliner, boss biro travel, dan motivator. Pokoknya seru. Inilah literasi untuk kesejahteraan. Keterampilan menulis diarakan memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Menengok “Cucu” Baru

Beberapa tahun ke belakang jika ada relawan Rumah Dunia memiliki anak, kami memosisikan sebagai kakek dan nenek. Mas Gong menyebut dirinya Aki Giant (karena badannya besar) dan aku lebih suka dipanggil Nin Tias.

Sedangkan oleh anak-anak relawan generasi sebelumnya kami masih dipanggil Uwa Gong dan Uwa Tias. Biasanya orang nggak mau di-kakeknenek-kan, ya. Tapi sejak keponakanku punya anak, rasanya kami pun sudah pantas dipanggil kakek dan nenek. Biarlah belum ada cucu sendiri, anak-anak kami masih serius sekolah. ❤️

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)