Dari Rumah Dunia dapat ilmu dan wawasan banyak. Nambah jaringan relasi. Diajarkan nulis dari nol sampai bisa. Orang-orang di dalamnya keren-keren dan memotivasi. Terima kasih banyak Rumah Dunia
Dapat Relasi dan Jodoh di Rumah Dunia

Dunia Kata, Dunia Imajinasi
Komunitas baca dan tulis

Dari Rumah Dunia dapat ilmu dan wawasan banyak. Nambah jaringan relasi. Diajarkan nulis dari nol sampai bisa. Orang-orang di dalamnya keren-keren dan memotivasi. Terima kasih banyak Rumah Dunia

Di usia 23 tahun, Rumah Dunia terus berkarya, tak mengenal musim, saat hujan saat kemarau sama tantangannya: kritis dan bermanfaat bagi sesama.

Sejak 2010, Rumah Dunia menggelar “Nyenyore Rumah Dunia”, yaitu menunggu waktu berbuka puasa sambil berdiskusi. Pesertanya pelajar dan mhaasiswa. Biasanya minimal 25, maksimal 50 peserta hadir. Kami menyediakan takjil dan makannya. Dananya dari kami – para relawan iuran, simpatisan Rumah Dunia.

Yang bikin aku berkesan banget, orang- orang hebat di Rumah Dunia ini murah hati dan mau bimbing kita yang bukan siapa-siapanya dengan senang hati. Aku merasa tingginya nilai kemanusiaan di sini. Aku ga salah ikut ke sini.

Pada awal pertemuan, saya dan teman-teman peserta disambut oleh Kak Fazri selalu Humas Rumah Dunia dan Kak Rudi Rustiadi – Presiden Rumah Dunia periode tahun 2025–2030. Kami juga bertemu dengan para mentor andal, seperti Pak Toto S. Radik, Kang Qizink, Kang Firman, Kang Ade Ubaidil, Mang Pram, Kang Igun, dan yang utama Mas Gol A Gong. Siapa yang tidak kenal beliau? Duta Baca Indonesia dengan karyanya yang melegenda, Balada Si Roy.

Motivasi saya mengikuti kelas menulis Rumah Dunia selain ingin belajar banyak ilmu menulis dari tutor-tutor hebat dan inspiratif Rumah Dunia. Mudah-mudahan suatu saat saya bisa membuat sebuah karya untuk putri saya tercinta yang bernama “Alesha”.

Rumah Dunia memulai memproduksi film pendek tahu 2004. Mulai dari film Padi Memerah, Belok Kii Dilarang Langsung. Film Pendek Rumah Dunia ini bekerjasama dengan Honda Banten

Di Rumah Dunia bukan sekadar memberi asupan dari tenggorokan ke kepala, tapi juga dari tenggorokan ke perut. Harus seimbang. Maka dapur, lemari es, kompor gas adalah kebutuhan.

Tunggu apalagi, mari bergabung menjadi keluarga di Rumah Dunia. Raih kesempatan menjadi penulis hebat di masa depan. Semua bisa menjadi penulis . Narahubung: 085813345508 (Fazri)

Tak akan ada lagi penutup percakapan semacam, “Gitu ya, Bu! Tengkyu, Bu. Yuk, yuk, assalaamu’alaikum.”
Selamat mendiami tempat nyaman, Om. Selamat menunggu panggilan memasuki Jannah dengan tenang.
Al Fatihah untuk Abdul Salam bin H Husni. Allahummaghfirlahuu warhamhu wa’aafihi wa’fu’anhu

Pak Asman itu relawan Rumah Dunia pertama untuk orang tua. Ketika orang-orang kampung belum “ngeh” dengan Rumah Dunia, Pak Asman sudah ikut ngurusi. Anak-anaknya aktif di Rumah Dunia; Deden, Awi, Aini, Sri.

kegiatan ini bukan hanya sekedar bersih-bersih akan tetapi bertujuan untuk menciptakan rasa tanggung jawab guna menjaga dan merawat kebersihan dan kerapihan Rumah Dunia.

Jika mereka memasang spanduk kegiatan OPD atau kampanye pemenangan karena mendapatkan amplop atau bayaran, tepatnya untuk mengisi dari tenggorokan hingga ke perut, maka kami menempelkan flyer Kelas Menulis Rumah Dunia ini karena sukarelawan untuk memenuhi asupan leher hingga rambut.

Rudi Rustiadi, Presiden Rumah Dunia 2025 2030, dalam sambutannya mengatakan bahwa kunjungan ini lebih tepat disebut study tiru, bukan study banding. “Silakan mengambil sebanyak mungkin pengetahuan dari Rumah Dunia, Mas Gong, dan dari relawan Rumah Dunia lainnya. Tiru apa yang kalian dapatkan dari TBM yang sudah berjalan selama puluhan tahun ini untuk pengembangan TBM Pekijing dan kalian sendiri,” tuturnya.

Aku menulis tentangmu bukan untuk sebuah ratapan atau tangisan. Aku ingin mengambil kembali semangat puisimu yang berserak di belantara teks serta imaji. Aku ingin mengabadikan kenanganmu agar tetap terjaga meskipun kau telah tiada.

Kegiatan iMalabar alias Malam Apresiasi dan Bedah Karya di Rumah Dunia ini terbuka untuk semua kalangan yang ingin mengenal Rumah Dunia dan harapannya diikuti oleh peserta Kelas Menulis Rumah Dunia, baik angkatan pertama hingga sekarang.

Maka, sebetulnya menu utama bersih-bersih bukan nyapu-nyapu dan cabut rumput, tapi kemistri dan transfer wawasan kepenulisan dari relawan sebagai tutor ke peserta menulis. Jika beruntung peserta menulis juga meminta masukan tulisan langsung dari mas Gol A Gong jika sedang ada di rumah.