Penulis Pandeglang Menyumbang Buku ke Museum Literasi Gol A Gong

Museum sangat penting sebagai stimulus untuk generasi muda dalam berkarya. Gol A Gong melakukan sendiri di rumahnya dengan membuka Museum Literasi Gol A Gong. Begitupun dengan Andrea Hirata. Ia juga membuka Museum di Babel sana. Sementara saya belum bisa bikin museum, maka hal yang bisa saya lakukan adalah menyumbangkan buku karya saya untuk di koleksi dalam sebuah museum pada Senin, 26 Oktober 2020. Bagaimana dengan Anda? (Hilman Lemri)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Terima Kasih, Laz Harfa dan Koran Republika

Sudah seminggu ini – 24 – 28 Oktober 2020, Koran Republika singgah secara gratis ke Rumah Dunia. Ternyata Laz Harfa Banten yang jadi donatur. Rumah Dunia adalah komunitas literasi, tempat para pelajar dan mahasiswa belajar tentang jurnalistik, sastra, dan film di Kampung Ciloang, Serang-Banten. Terima kasih Laz Harfa Banten. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Cinta Guru Kepada Muridnya

Ketika sedang asyik membuat materi novel best seller untuk Kelas Menulis Gol A Gong edisi September, Senin 31 Agustus 2020, tiba-tiba terdengar suara, “Assalamualaikum…” Hilman Lemri – relawan Rumah Dunia yang bekerja sebagai editor di Untirta Press, datang membawa oleh-oleh kue cincin dan emping. Ini yang saya tunggu untuk teman ngopi. Sebulan sekali dia pulang ke kampungnya di Menes. Dia tinggal bersama kami di mess Rumah Dunia.

Saya memang senang kue cincin sejak kecil. Juga Khong Ghuan. Biasanya jika tidak pandemi Covid-19, Ahmad Ragen (kini wartawan Kumparan dot com) bersilaturahmi membawakanku Khong Ghuan.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Si Bisu di Pintu Surga Jatuh Cinta

Cinta untuk semua. Cinta harus diperjuangkan. Tentu dengan lika-liku dan “luka”. Itu yang ditulis Charlis Ridho di skenario “Pintu Surga” episode ke #4.

Fadli si bisu jatuh cinta. Dia meniru apa yang dilakukan para bintang film dengan memberikan sekuntum bunga mawar kepada gadis idamannya. Mungkinkah Fadli yang pemulung dan bisu mendapatkan cinta sucinya?

Segera di “Pintu Surga” GolAGong TV. Film pendek ini produksi Kelas Film Rumah Dunia yang dimotori Rudi RustiadiSetiawan Jodi FakharJordy Alghifari. Terima kasih kepada Emak-emak Kampung Ciloang, dan anak-anaknya yang sudah ikut meramaikan film pendek ini.

Juga kepada Nur Agis Aulia, Dewi Perpusnas, dan Raden Sunny Badan Bahasa atas supportnya. Jika ada yang ingin bergabung, ke Tias Tatanka di 081906311007.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Happy Birthday, Mas Gong!

Dua hari yang lalu saya harus berada di desa bersama rekan-rekan tim kerja, karena ada keperluan pekerjaan. Di sana tak ada sinyal sama sekali, jangankan sinyal, akses jalannya saja bisa bikin orang stress, apalagi saat itu jalan berlumpur bahkan banjir.

Karena tak ada sinyal, saya tidak bisa update status atau sekedar bersapa via media social, dua hari yang lalu, orang yang menurut saya telah memberikan andil besar dalam proses perjalan hidup adalah guru menulis di komunitas kelas menulis rumah dunia. Wasilah dari ilmu menulis yang ditransfernya pada diri ini, telah memberikan banyak manfaat, bahkan di kehidupan saya saat ini.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Hinaan Dibalas Gol A Gong Dengan Prestasi

Persoalan yang selalu dihadapi Gol A Gong ada 2 hal. Apa itu? Pertama, dia lahir di Purwakarta, tidak di Banten walaupun Emak Gong memiliki kakek dari Caringin, Pandeglang, Banten. Masalahnya? Setiap apa-apa yang dilakukan Gol A Gong, jika mengkritik penguasa korup atau “konflik” dengan warga untuk persoalan kreativitas, yang selalu dipersoalkan adalah “Gol A Gong pendatang”.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Senyum Relawan Rumah Dunia

Sudah seminggu ini, sejak 12 Juli 2020, di sela-sela mengajar novelbest seller di Kelas Menulis Gol A Gong secara online, saya rajin mengamati foto-foto di folder laptop saya. Ternyata banyak sekali orang tersenyum di foto-foto itu. Saya jadi senang mengamati orang tersenyum. Itu membuat saya bahagia juga.

Di foto ini, lihat! Kedua orang itu sedang tersenyum. Sebelah kiri  Rudi Rustiadi dan kanannya Hilman Lemri  – mereka relawan Komunitas Rumah Dunia . Mereka saya sebut “para kreator”, karena hampir tiap hari melakukan aktivitas yang kreatif.

Karir mereka di dunia kepenulisan, alhamdulillah, sudah menjanjikan. Kini Rudi bersama Abdul Salam dan Charlis Ridho mengelola akun YouTube Rumah Dunia TV dan Hilman ditransfer Firman Venayaksa ke Untirta Press.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Fajar Nugros Berkunjung ke Rumah Dunia

Jumat 24 Juli 2020, Fajar Nugros – sutradara muda kangen kuliner di Banten. Dia mampir ke Rumah Dunia ngobrolin syuting film Yo Wis Ben series yang terhenti karena pandemi Covid19. Sbagai sutradara, dia membeberkan proses syuting film bergenre komedi tersebut. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para selegram Komunitas Rumah Dunia untuk berfoto bersama Fajar Nugros.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5