Pemasangang Lantai Keramik Auditorium Rumah Dunia

Mohon maaf kepada semua simpatisan Rumah Dunia. Proyek lantai keramik terrunda, karena Covid-19. Alhamdulillah, dana yang terkumpul sekitar Rp. 12 juta dari sahabat semua, mulai kami fungsikan untuk memperbaiki lantai gedung Rumah Dunia dengan keramik pada 29 Juli 2021.

Kami meminta tolong Mang Ikhsan dan Fadli dari kampung Ciloang untuk memasang keramik. Arip – relawan Rumah Dunia sebagai mandor. Mang Ikhsan tentu senang, karena selama PPKM darurat tidak ada pemasukan.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

CSR Award Untuk Duta Baca Indonesia

Salam Bapak/Ibu,
Dengan bangga kami mengundang Bapak/Ibu dalam acara tahunan

*CSR INDONESIA AWARDS 2021*

*”Dengan Tema : Challenges and Responsibilities of Companies to the Surrounding Environment In The Era of The Covid-19 Pandemic”*

Acara tersebut akan diselenggarakan secara online pada :
*Kamis, 29 Juli 2021*
*Pukul 08.00 WIB – Selesai*

*Meeting ID: 833 1363 6260*
*Passcode: CSRAWARDS*

*Link Zoom : https://us02web.zoom.us/j/83313636260?pwd=dWF3NU5uN2UyVjFpZ2RwSk42akFHdz09

*Link YouTube : https://www.youtube.com/channel/UCte0zMS3OT8JC_bPWE9wWMw*

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Kangen Bikin Gempa Literasi di Sekolah

Ah, pandemi Covid-19, kapan akan berhenti! Sudah tahun kedua. Bisa jadi terus ke tahun ketiga melihat perilaku masyarakat, yang tidak takut. Saya banyak menemukan kenyataan, bahwa masyarakat tidak peduli. Saat dilarang mudik, mereka mudik. Mereka betulbetul menantang maut._

Foto ini saat saya dan relawan Rumah Dunia tur Gempa Literasi Jawa Barat di Purwakarta, tanah kelahiran. Sekitar September 2019. Di foto ini kami menyulut Gempa Literasi di Darangdan, Plered, Purwakarta. Saya, Rudi Rustiadi, Taufik Hidayatullah, dan Sirajuddin Al Abbas. (GG)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Rumah Dunia: Dari Nol Literasi ke Berdaya dengan Buku

Banyak orang yang pada awalnya tidak tahu manfaat membaca buku, kemudian menjadi kecanduan membaca buku. Tapi begitu akses terhadap buku mudah, dunia yang tadinya mereka anggap gelap berubah terang.

Para relawan Rumah Dunia di Serang-Banten, contohnya. Pada mulanya karena desakan ekonomi. Mereka mencari-cari cara agar bisa kuliah gratis, biaya bulanan gratis, dan syukur-syukur mendapatkan Ilmu tambahan. Ada yang jadi marbot, jadi “office boy” di sebuah organisasi masyarakat atau kepemudaan, dan di mushola atau UKM kampusnya.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Relawan Rumah Dunia, Manggung Dadakan di Festival Hari Buku Nasional

Hari kedua Festival Harbuknas – Kamis 27/5/2021 – berjalan dengan baik. Stand Rumah Dunia (RD) selalu penuh pengunjung,. Ada yang datang untuk beli buku, ada yang konsultasi kepenulisan, ada yang menunggu Gol A Gong membagikan buku gratis, ada juga yang sekedar ingin foto-foto dengan Gol A Gong.

Ditengah tengah padatnya pengunjung disitulah peran relawan diuji, mencari cara agar pengunjung yang menunggu giliran untuk menghampiri Gol A Gong tidak begitu monoton dan merasa bosan. Kami melakukan cara untuk bersikap ramah agar menjaga kehangatan suasana, mampu merespon dan juga menyambut dengan baik, dan juga menampilkan sesuatu agar tidak monoton dan bosan, seperti akustikan contohnya.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5