Perjalanan ini baru permulaan, tapi udah terasa begitu menyenangkan. Ngga sabar untuk eksplorasi dan nikmatin waktu singkatku di Solo. Stay tuned untuk ceritaku selanjutnya ya!
Naik Kereta Api ke Solo, Tut Tut Tut

Dunia Kata, Dunia Imajinasi
Tentang perjalanan

Perjalanan ini baru permulaan, tapi udah terasa begitu menyenangkan. Ngga sabar untuk eksplorasi dan nikmatin waktu singkatku di Solo. Stay tuned untuk ceritaku selanjutnya ya!

Keempat anak saya Gen Z. Tentu traveling gaya ayahnya yang backpacking berbeda dengan keempat anak saya yang semuanya bergaya serba booking.

Saya beruntung bisa berada di antara suku Nuaulu, Pulau Seram, Maluku. Perjalanannya sangat luar biasa. Dari Ambon ke Tolehu, terus menyeberang ke Amahai, jalan kaki berhari-hari untuk sampai di sini dan terus ke timur hingga ke Papua.

Saran saya, para pasangan muda seperti Gen Z, honeymoonnya ke Taj Mahal di Agra, India saja. Kamu akan merasakan, betapa cinta agung Shah Jehan kepada istrinya – Mumtaz Mahal merasuki jiwa. Di kota ini kita bisa belajar tentang cinta suci. Saya sudah 2 kali ke sini dann masih merasakan hal sama.

Bagiku perjalanan itu tidak hanya tentang melihat objek wisata, di sana ada pertukaran ide sekalipun butuh waktu untuk menyadarinya secara mendalam.

Sekarang setiap traveling saya menikmatinya dengan menginap di hotel kelas melati yang dinaikkan levelnya ke hotel bintang 3. Jika ada lembaga yang mengundang untuk memberikan pelatihan, saya selalu memilihnya di jantung kota, selalu minta diinapkan di alun-alun atau pasar. Bahkan jika ada dana APBN bintang 4, jika memungkinkan tetap lokasinya di jantung kota.

untuk menghindari ketidaknyamanan saat naik kereta ekonomi, ada baiknya kita sebagai penumpang untuk membaca aturan tak tertulis berikut.

Saya senang sholat di masjid Abdol Gafoor ini. Di dindingnya, di sisi kanan dan kiri hanya ada tulisan kaligrafi Allah SWT. Sedangkan di majis-masjid kita, kadangkala ada yang menyandingkan kaligrafi Allah SWT dengan tulisan kaligrafi Muhammad. Terkesan Muhammad sejajar dengan Allah. Padahal Muhammad juga manusia seperti kita.

Saya mendapat hadiah topi laken dari Kapolres Jayapura setelah pertandingan persahabatan badminton dengan pemain dari PBSI Jayapura. Topi laken itu sempat saya pakai ke Wamena, Sulawesi, hingga Kalimantan. Sepulang dari traveling, saya sempat memakai topi laken itu ke Baduy. Kemudian topi itu dipinjam kawan saya dan tidak kembali lagi.

Mimpi keliling dunia bagi saya adalah doa dan afirmasi. Dua hal itu dapat dikombinasikan untuk menciptakan sinergi yang kuat. Misalnya, seseorang dapat berdoa untuk mendapatkan kekuatan dan kemudian mengulangi afirmasi positif yang mendukung tujuan tersebut. Alhamdulillah, hingga di usia 61 tahun ini, saya sudah mengunjungi 21 negara .

Sebagai penikmat alam hijau, harapannya Kebon Kembang ini tetap diperhatikan keasriannya dan terhindar dari sampah-sampah berserakan

Di Serang-Banten, saat kecil, saya senang bermain di kuburan China. Buat saya asik sekali berada di kuburan China. Kadang suka menemukan makanan. Kuburan China itu ukurannya besar. Masyarakat China tradisional masih percaya kalau mati nanti akan berpindah ke dunia baru seperti juga saat hidup.

Di beberapa bandara setingkat provinsi, porter masih ada. Mereka sudah menyambut kita di pintu terminal kedatangan. Sisihkan sekitar Rp. 25 ribu – Rp. 50 ribu, mereka akan tersenyum bahagia.

Muntok di Bangka Barat Dlah kota mungil yang menyimpan banyak sejarah. Juga cerita tentang wisata religi masjid Jamik menawan hati.

Aktivitas manusia dan alam di sini begitu harmonis. Aliran air sungai bersih, bahkan bebatuan terang di dasarnya masih bisa terlihat.

Tidak hanya menyaksikan keindahan alam, tapi juga menyaksikan keindahan bangunan masjid yang begitu megah dengan segala cerita uniknya.

Djoe Taufik ke Singapura lagi. Relawan Rumah Dunia pertama kali ke Singpura bersama Gong Traveling, 2018. Langsung ke Malaka dan Kuala Lumpur. Sekarang ini syukuran setelah lulus S2 dari UMM Malang, 2024.