Saya dan Ade Ubaidil diundang oleh Media Cakrawala NTT pimpinan Gusti Rikarno ke Pulau Rote Ndao. Saya terkagum-kagum dengan topi ti’i langga.
Topi Ti’i Langga Lambang Pria Rote Ndao

Dunia Kata, Dunia Imajinasi
Tentang perjalanan

Saya dan Ade Ubaidil diundang oleh Media Cakrawala NTT pimpinan Gusti Rikarno ke Pulau Rote Ndao. Saya terkagum-kagum dengan topi ti’i langga.

Bagi saya, monumen ini lebih dari sekadar destinasi wisata, ia merupakan simbol identitas dan sejarah masyarakat Aceh yang menyulut api nasionalisme kita.

Hanya saja buat gen milenial, gen Z, dan gen Alpha harus mulai mencoba menulis. Jangan hanya memindahkan peristiwa ke video pendek dengan durasi di antara 1 hingga 3 menit. Cobalah menuliskannya setiap destinasi 3-5 halaman. Selama masih ada toko buku, para penerbit masih membutuhkan bahan tulisan. Jika hanya video saja, sekali tonton terlewat begitu saja. Tapi jika tulisan, itu akan masuk ke dalam pikiran dan hati.

Saya tahu ini mimpi dan orang-orang bilang: mustahil. Sudhlah, berhenti bermimpi keliling dunia. Umur di tahun 2025 nanti sudah 62 tahun. Mana mungkin. Amanah saya …

Pulau kecil ini dikelilingi oleh pasir putih, sementara di tengahnya tumbuh subur tanaman hijau dan beberapa pohon kelapa yang melambai-lambai diterpa angin

Memang beda, ya? Lha, iya. Tuis itu biasanya semua sudah diatur oleh biro perjalanan tapi kalau traveler mengambil risiko di perjalanan, berharap lebih banyak berinteraksi dengan warga lokal.

Paling kendala traveling di zaman sekarang sudah serba digital (e-wallet). Kalau belum punya aplikasiny, ya makan di Warung Tegal saja. Kadang pas ceck in juga ada yang tidak melayani jika belum booking online. Ya, penginapan melati solusinya atau teras masjid.

Kunjungan saya ke Jusuf Kalla Library bukan hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga mengingatkan saya akan pentingnya membaca dan terus mencari ilmu.

Biasanya jika di Ende, kegiatan pertama yang saya lakukan adalah jalan-jalan ke pasar untuk menikmati pagi ditemani kopi jahe. Ada penjual kopi jahe Ende. Hmmm, hangat kopinya. Segelas Rp. 5000,- Saya membeli kopi bubuknya 4 gelas, jadi Rp. 20.000,- Segelas kopi bubuk, bisa menjamu 10 orang sahabat di sore hari.

Sejak kecil aku bercita-cita ingin jadi pilot. Kenapa? Karena bisa keliling dunia secara gratis. Setelah tangan kiriku diamputasi pada 1974, cita-citaku berubah jadi ingin keliling dunia dengan berbgai cara. Sekarang sudah 21 negara. Semoga Allah SWT memudahkan mimpiku ini sehingga terwujud.

Gunung Agung memang begitu menakjubkan tapi bisa menyelesaikan pendakian ini bersama-sama adalah hal paling mengesankan lainnya.

Bukit ini dikenal dengan keindahan bentuknya yang unik seperti tangga-tangga yang menjulang, dan warna coklat kemerahan yang menyatu dengan alam sekitar.

berkunjung ke Kupang di November dan Desember. Bunga-bunga Flamboyan bermekaran di setiap sudut kota. Betapa indah.

Bagi saya ini “menembus batas”. Rasa lelah ketika mengayuh, terkena angin dari truk besar yang melaju kecang sehingga nyungsep di parit, kepanasan dan kehujanan, hampir putus asa karena Bangkok terasa begitu jauh. Itulah yang kemudian menempa hidup saya jadi kuat. Setiap ada kesusahan selalu ada kesenangan.

Saya ushakan agar di setiap traveling, saya harus peka. Catat detail-detailnya dalm ingatan. Dengan teknologi smartphone, kita bisa merekamnya dan mengenangnya di rumah. Setelah itu, mari kita melukis dengan kata.

Keempat anak kami tentu senang karena saya sebagai ayahnya ada di antara mereka di akhir pekan. Ini quality time. Tapi saya menjelaskan, bahwa Senin-Jumat itu sebagai ayah, saya bertanggung jawab bekerja untuk menafkahi mereka.

Palangkaraya ibu kota Kalimantan Tengah. Ini kali kedua saya datang ke sini. Selalu menikmatinya. Apalagi dulu Bung Karno mendeklarasikan, bahwa Ibu Kota Negara Indonesia harus di Kalimantan. Presiden RI, Joko Widodo, mewujudkannya di Sepaku, Pontianak, Kalimantan Timur.