Aku benar-benar menyaksikan matahari menampakkan wujudnya sehingga aku terkena sinarnya dengan dekat. Kini lautan dan gulungan awan terlihat jelas di depan mataku
Menikmati Matahari Terbit di Puncak Bondolan

Dunia Kata, Dunia Imajinasi
Tentang perjalanan

Aku benar-benar menyaksikan matahari menampakkan wujudnya sehingga aku terkena sinarnya dengan dekat. Kini lautan dan gulungan awan terlihat jelas di depan mataku

Saya melihat ke sekeliling. Kantor Walikota yang terbuat dari kayu Ulin di seberang. Ada 2 bus diparkir. Katanya akan ada manasik haji di Taman Alun Kapuas, persis di sebelah hotel. Juga ada penyapu jalanan dengan rompi oranye, bermasker, menatap saya lama.

Pantai Sikabau menjadi salah satu destinasi wisata yang paling diminati, karena keindahan pantainya yang masih alami

Saya betul-betul terpesona melihat kerangka rumah adat itu yang terbuat dari kayu besi. Ya, ya. Sangat tinggi cita rasa seninya. Rumah adat ini membuat saya takjub karena memiliki ciri khas menara yang menjulang tinggi, mencapai 15–30 meter.

Kapan Menara Air ini berdiri Kata Tudi, “Antara tahun 1917-1920.” Yudi bercerita lagi, “Saya membyangkan dulu, sebelum sepadat ini, menara air ini pasti terhubung ke Balai Yasa, stasiun kereta api Manggarai.” Sekarang memang seolah terhimpit. Selain rumah penduduk, juga bangunan SMPN 33.
Pulau Sabang adalah candu. Meski sudah satu kali ke sana, saya selalu ingin kembali. Laut yang biru, pasir putih, dan terumbu karangnya, selalu menghipnotis.

Kalian tahu, ada berapa mercusuar di Indonesia? Indonesia tercatat memiliki 264 bangunan mercusuar di penjuru daerahnya. Sebagian besar merupakan peninggalan Belanda saat zaman penjajahan, yang tentu saja fungsinya untuk keluar masuk kapal perdagangan. Aku belum banyak berfoto di mercusuar.

Saya bisa menikmati senja di cafenya. Saya juga bertemu dengan para nelayan yang pulang membawa ikan. Anak-anak bermain bola karena pantai sedang surut.

Ya, semakin sering naik pesawat, kok, semakin cemas. Saya pernah membatalkan penerbangan ke Padang karena baru saja nonton film dokumenter tentang pesawat yang jatuh.

Keliling dunia! Siapa yang tidak ingin? Anak pejabat atau anak sultan, itu gampang. Tapi, anak orang biasa, bisakah? Bisa! Banyak jalan, kok, keliling dunia! Coba aja!

Di pinggir sungai Musi, di antara perahu-perahu kayu yang ditambat, ada bangunan berupa rumah-umah dari kayu, bergoyang-goyang karena terkena riak ombak yang ditimbulkan oleh perahu kayu bermotor. “Warung terapung Mbok War,” aku membacanya begitu ketika Hardi meniti jembatan papan menuju bangunan berwarna merah bata.

Jangan sia-siakan hal-hal unik di sebuah kota saat kamu traveling. Berfotolah dengan latar belakang gedungnya, patungnya, atau alamnya yang unik dan indah.

Pendakian di Gunung Pangradinan terbilang bagus untuk pemula. Karena memang track-nya yang tidak terlalu jauh dan masih cukup baik untuk dilewati.

Begitu seterusnya, traveling kemudian safari literasi, bertahun-tahun, puluhan tahun. Menu yang berbeda, bumbu beragam, pedas yang bervariasi, terus-menerus dicerna lambung dan ususku.

Sebuah kota modern selalu dihiasi dengan landmark kota dimana para pelancong bisa berfoto untuk kenangan. Juga patung-patung ikonik. Di Bandung siapa tidak mengenal patung ikonik pemain bola “Ajat Sudrajat”. Atau patung Bandung Lautan Api di Tegal Lega Bandung. Di kotamu?

Tatkala kami menjejakkan kaki di Doha International Aiport, ribuan orang yang memakai jersey bola mengantri keluar dari bandara untuk menuju Al Bayt Stadium untuk menghadiri opening FIFA World Cup 2022.

Di ruang berikutnya ada “Sejuta Mata”, lukisan dan instalasi kaca yang menghadirkan efek berbeda dari sebuah lukisan tunggal bertajuk mata. Pengunjung dianjurkan menikmati lukisan dengan memasuki ruang yang empat sisinya dikelilingi kaca dan satu sisi adalah lukisan. Masya Allah, betapa kuasa Ia menurunkan ilham kepada para seniman.