Kalau ke Banten, jangan pusing-pusing lgi beli oleholeh. Ke Citra Banten di Kemang, Kota Serang.
Seputar Banten: Citra Banten, Oleh-oleh Banten

Dunia Kata, Dunia Imajinasi
Tentang perjalanan

Kalau ke Banten, jangan pusing-pusing lgi beli oleholeh. Ke Citra Banten di Kemang, Kota Serang.

Jika dana traveling ke Baduy mepet, bawa sleepig bag dan tenda saja. Bisa kemping, kok. Minta izin saja kepada Jaro Saija.

Aku dan Pulau Kecil Merak

Kami berfoto di tulisan, “I am at the world’s hotel, 7351 rooms”. Saya sedang berada di hotel terbesar di dunia dengan 7351 kamar.

Petaling street ini merupakan pasar belanja rakyat, mirip seperti Malioboro di Indonesia. Perlu keahlian negosiasi dan tawar menawar harga di sini agar mendapatkan harga terbaik.

Sunrise di Angkor menakjubkan? Coba saja. Selain ada unsur petualangannya juga magis.

Titik Nol Berpikir, menjadi titik kerinduan untuk pulang ke kampung halaman. Tempat cash energi positif. Jika traveling ke Adonara, silakan mampir, ya.

Naik kapal kayu dari Bombana ke Bau Bau, Sulawesi Tenggara. Begadang ditemani taburan bintang.

Baru 3 hari di negeri orang, tapi rasanya sudah kangen banget dengan makanan Indonesia. Sorenya, kami jalan-jalan sebentar di Johor Baru, kemudian melanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur menggunakan Bus dengan fasilitas yang oke banget.

Cukup kaget juga karena kami dijemput dengan mobil Porsche. Seumur hidup, sepertinya baru pertama kali kami naik mobil mewah ini. Alhamdulillah, di sini ketemu orang-orang baik.

Ciboleger, perbatasan Baduy luar. Ini pintu utara. Ini berbeda dengan tahun 1993, terakhir saya ke sini. Sudah sangat modern. Ada ATM. Puskesmas. Ada Alfamart-Indomart.

Ardian Je, relawan dan penulis Rumah Dunia menceritakan pengalaman pertamanya traveling ke Singapura. Ternyata makan di langit tidak bisa dilupakannya.

Sebelum masuk ke Fery, kami diwajibkan dulu untuk mengisi formulir ICA (Immigration and Checkpoints Autority). Kapal berlayar selama kurang lebih 45 menit. Ada wawancara sebentar saat pemeriksaan dokumen paspor di pelabuhan Singapura. Alhamdulillah lolos.

Saya dan istri sejak dini mengenalkan dunia kepada mereka dengan cara traveling ala backpacker. Aku kenalkan kepada mereka moda transportasi publik seperti bus, kereta api, pesawat, dan bahkan truk.

Sejak muda saya senang traveling naik kereta api dan bus. begitu juga di Uni Emirat Arab. Saya jadi banyak melihat dan berkenalan dengan penduduk setempat.

Lalu, bagaimana dengan Kota Serang yang menjadi tempatku berproses?
Apakah mampu memenuhi kebutuhan trasportasi publik yang nyaman bagi warganya?

Zaeni Boli – wartawan golagongkreatif.com Kreativitas tumbuh di tengah segala keterbatasan. Misalnya permainan yang biasa dimainkan anak-anak di Larantuka, yaitu meriam kaleng atau mereka biasa …