Setelah alun-alun kami melihat Kampung Warna-warni dari atas jembatan. Cukuplah untuk melihat dari atas, aku tidak turun karena malas naik kembalinya.
Sampai Juga Aku di Kota Malang

Dunia Kata, Dunia Imajinasi
Tentang perjalanan

Setelah alun-alun kami melihat Kampung Warna-warni dari atas jembatan. Cukuplah untuk melihat dari atas, aku tidak turun karena malas naik kembalinya.

Pernah nonton film Yowis Ben Nah, kampung Wana Warni ilah yang jadi setting lokasi utama.

Makan, makan, makan. Saat traveling, maka harus jadi kegiatan utama.

Khong Guan adalah kudapan yang melegenda. Setiap lebaran harus selalu ada di meja makan, bersanding dengan ketupat dan opor ayam.

Kawasan ini cukup menarik untuk sekedar berlibur, namun secara pribadi melihat kawasan ini perlu ada perluasan wahana dan menambah kolamnya untuk memisahkan bagian anak-anak dan dewasa secara jelas .

Ayo, kita jalan-jalan sambil nulis bersama Gol A Gong. Kali ini Gong Traveling eksplor Singapura 3 hari 2 malam.

Bu Ade memberi contoh kepada kami, bagaimana potensi daerah bisa dikembangkan oleh Bumdes, sehingga memiliki manfaat bagi desa. Itu bisa diadopsi di Flores Timur.

Indonesia sudah aku susuri. Baru 20 negara. Pelan-pelan. Ya, belum tuntas. Semoga Allah SWT memberiku kesehatan dan rezeki.

Penuh, penuh kepala saya. Jujur, saya merasa “stress” dan “terintimidasi”. Saya ingin pulang dan segera menulis. Saya ingin foto dan quote saya terpampang di dinding Balai Pustaka.

Malam setelah menyelesaikan sesi terakhir Workshop Dramaturgi Postdramatik, peserta diajak untuk visit ke tempat-tempat yang menarik di Yogyakarta. Di antaranya Teater Garasi.

Tapi ada satu yang menarik perhatian saya, yakni air isi ulang gratis yang di sediakan PT KAI. Hal yang sederhana namun berdampak luas . Kebetulan sayapun membawa tumbler.

Kami sepakat makan di Teras Malioboro 2, yang dekat dengan mulut jalan Sosrowijayan. Gerai makanan ada di bagian belakang dan di kepalaku sudah membayang gudeg komplit.

Jika biasanya kita mendengar nama alun-alun, bayangan kita adalah tempat luas dan terbuka. Tapi alun-alun ini berada di basement, yang ditata apik sehingga tidak pengap.

Brutu ayam itu rasanya nyoooossss. Rasanya seperti sedang meluncur dengan roller coaster.

Traveling Hari ke-5 di Kuala Lumpur, 17 Januari 2024. Setelah sarapan dengan nasi goreng di sebelah hotel yang ternyata penjualnya adalah orang Indonesia, kami langsung …

Jadilah kami berbagi tempat di kasur, sambil nonton dan mengomentari wayang orang di Indonesiana TV, lalu pembuatan berbagai perkakas oleh usaha rumahan orang India sana.

Begitulah cara kami mengenal satu sama lain. Itu masih di rumah ya, belum yang di perjalanan. Konon, kalau mau kenal karakter seseorang, bepergianlah bersamanya.