Cerpen Anak: Gang Seram Karya Aprillia Putri Utami

Suatu hari di sebuah desa suka makmur ada seorang anak yang bernama Putri. Putri merupakan anak yang cantik, baik, rajin, pemberani, dan patuh kepada orang tuanya.

Sore itu sekitar pukul setengah tiga, ia meminta izin kepada Ibunya untuk bermain bersama teman-temannya di lapangan yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya. Ibunya pun mengizinkan putri untuk bermain dan berkata,

    “Jangan pulang malam-malam ya, Nak.” Ucap Ibunya.

    “Iya, Bu.” Jawab Putri.

Putri pun segera pergi bermain bersama teman-temannya. Tak terasa waktu terus berjalan, karena keasyikan main, Putri lupa waktu.

Hari sudah sangat redup, matahari pun tampak mengucapkan selamat tinggal pada sore hari itu diiringi suara jangkrik dan kelelawar yang beterbangan.

Ibu Putri merasa sangat khawatir karena Putri tak kunjung pulang, padahal hari sudah gelap.

Putri teringat dengan pesan yang disampaikan oleh Ibunya sebelum ia pergi bermain tadi. Ia pun segera mengajak teman-temannya untuk segera pulang. Jalan rumah Putri berbeda dengan arah jalan rumah teman-temannya. Rumah Putri melewati gang yang terkenal di desa itu sangat seram.

Sebenarnya Putri tidak percaya dengan cerita-cerita itu semua.  Tetapi tidak tahu, mengapa sore ini Putri merasa takut tidak seperti biasanya. Dengan perasaan yang dipenuhi rasa takut, ia memberanikan diri untuk melewati gang itu.

Untuk menghilangkan rasa takutnya Putri sambil bernyanyi riang, namun tiba-tiba Putri sangat terkejut dengan apa yang ia lihat baru saja.

Tiba-tiba ada sosok berwarna putih melesat di depan matanya. Putri pun segera terdiam kaku dan terkejut dengan apa yang ia lihat. Tak pikir panjang, Putri segera berlari tunggang-langgang karena merasa sangat takut. Jarak rumah Putri tidak terlalu jauh dari situ.

Sesampainya di depan rumah, Putri melihat Ibunya sedang duduk di sebuah kursi dengan wajah yang cemas. Putri sangat takut Ibunya marah besar kepadanya.

Melihat Putri pulang, Ibu pun merasa lega tetapi di sisi lain Ibu heran melihat Putri yang lari tunggang langgang seperti itu.

     “Kenapa kamu pulang lama sekali? Tidak mendengarkan pesan Ibu tadi?” ucap Ibu  dengan nada sedikit marah.

      “Maafkan Putr,i Bu. Putri tidak akan pulang sore lagi,” ucap Putri dengan nada pelan.

.   “Ya sudah, sekarang mandi, ya. Ini sudah malam,” ucap Ibu sambil masuk ke dalam rumah.

Putri pun segera mengikuti Ibunya masuk ke dalam rumah, sambil melihat ke arah belakang. Ia memastikan apakah sosok yang di lihatnya tadi mengikutinya atau tidak.

Kemudian, ia menutup pintu dengan rapat lalu bergegas mandi. Putri masih terkejut dengan kejadian yang dialaminya, karena selama ini ia tidak percaya dengan hal mistis seperti itu.  

Setelah mandi, Putri segera menemui Ibu di meja makan untuk makan malam bersama. Putri menceritakan tentang apa yang terjadi selama di jalan pulang sehabis main tadi.

Ibu Putri pun segera memberi nasihat dan berkata, “Itulah mengapa, Nak, Ibu bilang tadi jangan pulang kesorean. Tidak apa-apa, kita memang hidup berdampingan bersama mereka yang tak kasat mata. Atau Putri hanya berhalusinasi saja tadi, makanya seperti itu,” ujar Ibu

      “Iya, Bu. Maafkan Putri, ya. Putri tidak akan melakukan hal ini lagi. Tadi Putri benar-benar keasyikan main, sampai tidak ingat pesan Ibu,” jawab Putri.

      “Baiklah, sekarang segera habiskan makanannya. Setelah itu tidur, karena besok kan kamu harus sekolah.”

Putri pun menghabiskan makanannya dan meninggalkan meja makan untuk pergi ke kamarnya dan tertidur.

Sebelum tidur, Putri masih teringat peristiwa tadi dan ia pun bergumam tidak akan melewati gang itu lagi.

Tak lama dari itu Putri pun tertidur dengan pulas. Saat sedang tertidur, Putri mendengar ada yang mengetuk pintu keras sekali. Mendengar hal itu, Putri terbangun dan segera membuka pintu tersebut dan anehnya tidak ada siapa pun di balik pintu itu. (*)

TENTANG PENULIS: Namaku Aprillia Putri Utami, biasanya aku di panggil Putri. Aku merupakan siswi Sekolah Dasar Negeri 53 kabupaten Tebo, provinsi Jambi. Saat ini, aku menduduki kelas 5 SD. Aku suka sekali membuat cerpen, dan akan terus belajar. Selain itu, aku juga memiliki hobi menggambar.

CERPEN ANAK: Mulai Juni 2025 ada kategoi baru, yaitu Cerpen Anak. Tayang dua mingguan Setiap Sabtu, bergantian dengan CERPEN SABTU. Penulisnya khusus untuk anak-anak usia SD dan SMP; dia bisa saja anak kita, keponakan kita, muid-murid kita di sekolah atau cucu kita. Panjang cerpen anak cukup antara 500 – 1000 kata. Redaksi menyediakan honorarium Rp 100.000,- Sertakan foto diri, bio narasi singkat, nomor rekening bank, gambar atau 3-4 ilustrasi yang mendukung – boleh lukisan karya sendiri atau ChatGPT. Kirim ke email golagongkreatif@gmail.com dan gongtravelling@gmail.com dengan subjek Cerpen Anak. Ayo, ditunggu. Silakan dikirim. Edisi perdana 7 Juni 2025. Jangan sampai ketinggalan.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==