Pertempuran Lain Dropadi bukanlah karya yang turun dari langit begitu saja. Ia tak langsung jadi. Mula-mula saya menulis untuk cerbung di Suara Merdeka. Setelah jadi, saya revisi secara substansial maupun redaksional. Saya sangat berterima kasih kepada Simbah Kakung Ahmad Mustofa Bisri yang kerap mengoreksi tulisan saya. Beliau saya kira pembaca utama cerita ini. Saya juga berterima kasih kepada Mas Ining editor yang tabah dan tangguh untuk menjadikan novel seharga Rp 250 ribu ini siap dibaca.

Tentu saya berterima kasih pula kepada teman-teman di Berlin yang akan memanggungkan dan meluncurkan cerita 932 halaman ini. Tak lupa saya berterima kasih kepada Mas Gunawan Tri Atmodjo yang saya ajak diskusi panjang lebar mengenai judul dan Mas Ronny Agustinus yang meyakinkan saya bahwa gambar dan desain cover semacam inilah yang harus dipilih (meski waktu itu dalam warna lain).

Tentu saya juga berterima kasih kepada Mas Candra Gautama yang berani menerbitkan cerita tebal ini pada saat harga kertas mahal. Saya juga berterima kasih kepada Wawang Sudarga, pelukis sampul dan ilustrasi buku. Juga Mas Setyo sang perancang sampul.
Akhirnya saya dapat visa untuk riset novel bertajuk Dalam Hujan Hijau Friedenau di Berlin, Jerman yang disponsori oleh Literarisches Collquium Berlin dan Robert Bosch Stiftung. Hanya, saya tak akan melakukan riset belaka. Di sela-sela riset, saya bakal meluncurkan dan memanggungkan novel Pertempuran Lain Dropadi terbitan KPG di Berlin, Hamburg, dan Frankfurt. Novel dengan perspektif Dropadi yang buta ini bersudut pandang orang kedua (kau) dan bernarator dewi yang dianggap gila. Tertarik? Sila pesan ya…Berikut para pemesan novel 932 halaman tersebut.
Berikut para pemesan novel 932 halaman tersebut.
- Goenawan Mohamad
- Leila S. Chudori
- Golagong Penulis
- Prof Djoko Saryono
- Harmawan Mardiyanto
- Harmawan Mardiyanto
- Harmawan Mardiyanto
- Harmawan Mardiyanto
- Moestiko Rahajoe
- Moestiko Rahajoe
- Sita S. Phulpin
- Ready Susanto
- Bondan Satria Nusantara
- Benke Mashurie
15. Risma Nur Rahmawati - Benny Setianto
- Alfalya Meliana
- Indah ‘lenonk’ Nurmasari
- Rizal Wijaya
- Etty Prihantini
- Nelden Dalisay Djakababa Gericke
- Arini Suryokusumo A
- Gus Bur Merapi
- Ihwan Sudrajat
- Acik Satrio
- Sabine Müller
- Gudrun Suharto
- Tommi Hernowo
- Syanaz Winanto Nugroho
- Sastri Sunarti Sweeney .
- Maria Magdalena Irena
- Wiwik Andreani
- Christiani Tarigan
- Antie
- Ratna Hapsari

