Sepanjang narasi itu diproduksi selama itu pula ia dibincangkan, didiskusikan, bahkan diperdebatkan baik secara tulisan maupun secara lisan. Tahun 2023 lalu, Prof. Gusti Asnan menerbitkan buku 200 Tahun Perang Padri. Buku yang bisa disebut sebagai narasi terbaru tentang perang Padri.

Rencananya Komunitas Pasaman Boekoe bekerjasama dengan pemerintah daerah kabupaten Pasaman akan menggelar acara “Narasi Perang Padri di Mata Gen Z”, tepat pada 29 Februari 2024 di lantai 3 kantor bupati Pasaman.
Kegiatan telaah buku 200 Tahun Perang Padri. “Tujuannya untuk melihat cara pandang Gen Z Pasaman terhadap narasi perang padri. Sebab sepanjang pengetahuan kami, narasi ini seakan hanya milik orang dewasa saja, tanpa peduli bagaimana perspektif anak muda. Bukankah narasi yang menyangkut perang padri berkait erat dengan upaya menemukan formulasi terbaik mencapai visi misi daerah?” jelas Arbi Tanjung, pimpinan Pasaman Boekoe Indonesia.

Perhelatan yang melibatkan siswa-siswi tingkat SLTP/SLTA Se- kabupaten Pasaman, pimpinan-pimpinan OPD, pengelola pustaka nagari, pengelola komunitas/rumah baca/taman baca/sejenisnya akan menghadirkan Sabar AS-bupati Pasaman sebagai pengantar kata, pem bicara dari Gen Z (Farin Nur Syifa, siswi MTsN 1 Pasaman), Prof. Gusti Asnan (penulis buku 200 Tahun Perang Padri) dan dimoderatori oleh Arbi Tanjung (Pasaman Boekoe Indonesia).
Saat di hubungi via WA terkait acara ini (2/2), Sabar AS-bupati Pasaman menyatakan “Pasaman memiliki lokal wisdom yang kuat dangan sejumlah tokoh yang ada seperti Tuanku Imam Bonjol, manjadi inspirasi bagi kaum muda untuk terus belajar menjadi genersi unggul dan estapet pemimpin umat dan bangsa masa depan.

Sekaligus menjadikan Pasaman sebagai daerah tujuan wisata terkait wisata budaya sejarah yang integral dengan keindahan alam digaris katulistiwa “Pasaman Land of the Equator”. Selamat mengikuti kegiatan penting ini! Salam”


