Tak hanya itu, memiliki banyak resseler yang tersebar di berbagai daerah membuat pemesanan keripik pisang membeludak. Dengan hanya produksi di dapur rumah, Mulkiyah kadang merasa kewalahan dengan pesanan yang menumpuk.
Meski begitu, ia tetap bersyukur karena usaha yang dirintisnya mulai dikenal hingga luar kota bahkan mancanegara. Ketika pemesanan membeludak, Mulkiyah juga membeli jasa untuk membantu produksinya. Tak jauh-jauh, ia menggandeng saudaranya agar bisa membantu produksi keripik pisang saat banyak pesanan.

Terkadang Nurul Afiyah juga membantu memproduksi keripik pisang saat waktu luang, di Tengah padatnya aktifitasnya sebagai mahasiswa. Meski masih muda, Nurul Afiyah tak segan menghadapi panasnya minyak dan tajamnya alat serut pisang.
Nurul juga lihai dalam menggoreng keripik pisang, dengan hasil yang sesuai tingkat kematangan. Tak hanya itu, Nurul Afiyah juga fasih dalam menyerut pisang di atas wajan dengan isian minyak panas. Sambil berdiri, proses produksi bisa sampai menghabiskan 24 liter minyak.


