Rombongan sampai pukul 17.00, dan langsung disambut hangat oleh Kepala Desa Warungbanten. Selepas Isa masyarakat Desa Warungbanten menampikam pertunjukan seni; nampiling (kendang, kecapi dan suling), angklung dogdog lojor (angklung buhun) yang menjadi kesenian khas Desa Warungbanten dan terus dilestarikan hingga saat ini, hingga ke genarasi muda.

Sabtu, 22 Mei, setelah berkeliling kampung, melihat keindahan dan potensi yang dimiliki Desa Warungbanten, para relawan mengajak anak-anak usia TK dan SD mendengarkan dongeng dari Kak Susi.
Kemudian dilanjutkan pelatihan sekaligus praktik menulis puisi; Desaku yang Indah dalam Puisi bersama Toto ST Radik (penyair), dan Rahmat Heldy HS (Duta Baca Provinsi Banten) untuk siswa SMP dan SMA. Hasil karya dikumpulkan dan akan dijadikan dokumentasi desa juga Perpustakaan Nasional. Pada kesempatan itu dipilih puisi terbaik mendapatkan apresiasi berupa hadiah dari Kepala Desa.


