Karya Habibaturrohmah – Duta Puisi Esai Jawa Tengah

(Tiga siswa SMAN 4 Pasuruan telah dikeluarkan dari sekolah karena kasus perundungan. Peristiwa ini terjadi di institusi pendidikan, tempat yang seharusnya aman bagi siswa. Perundungan ini baru-baru saja dikenal oleh publik, meskipun waktu kejadian tidak dijelaskan. 27 Agustus 2024.)
oOo

Dibawah langit yang sama
Di halaman yang penuh canda tawa,
Tiga siswa itu pergi, meninggalkan jejak,
Yang lebih dalam…
Dari sekadar langkah kaki
Gerbang sekolah yang menjadi tempat pulang
Kini, menjadi saksi bisu dari kisah yang terlupakan.

Perundungan…
Kata itu baru saja dikenal,
Namun, luka yang ditinggalkannya begitu lama mengendap.
Perundungan, tak sekadar kata-kata kasar
Atau bahkan dorongan yang terlihat di mata.

Ia adalah luka yang tumbuh perlahan,
Tak terdeteksi, namun meninggalkan bekas yang abadi.
Sekolah menjadi tempat yang aman,
Tempat di mana impian dipupuk,
Di mana pertemanan terjalin dengan tulus,
Bukan tempat di mana rasa takut mengintai

Di balik tawa yang tampak ceria.
Apa yang membuat mereka berbuat demikian?
Apa yang mendorong mereka untuk memilih jalan itu?
Di balik tindakan mereka,
Ada rasa yang tak terucapkan,
Karena tak semua harus mereka ungkapkan

Ada kekosongan yang tak terisi,
Namun luka yang mereka bawa tanpa tahu cara mengobati.
Mungkin mereka juga merasa terpinggirkan,
Dan mereka juga merasa tak pernah cukup,
Hingga mereka memilih melukai orang lain,
Sebagai cara untuk menutupi luka sendiri

Namun, kita tidak bisa hanya melihat siswa itu sebagai pelaku.
Mereka adalah cermin
Dari sebuah masalah
Yang ada di setiap sudut sekolah,
Di setiap ruang kelas yang penuh harapan,
Namun juga penuh dengan kesepian yang tak terungkapkan.

Sekolah adalah rumah bagi setiap siswa,
Di mana mereka harus,
Dihargai, diterima, dan dilindungi.
Bukan hanya dari hujan dan panas,
Tapi juga dari kata-kata yang tajam,
Dari perilaku yang bisa menghancurkan harga diri.

Tiba-tiba…
Berubah menjadi medan pertempuran yang sunyi,
Di mana kekerasan berjalan tanpa suara,
Menghancurkan harapan,
Membunuh rasa percaya diri,
Bagaimana kita bisa membiarkan hal ini terjadi?

Sekolah adalah tempat belajar,
Bukan hanya mengajarkan matematika dan sejarah,
Tapi juga tentang empati dan saling menghargai,
Tentang bagaimana menjadi manusia yang lebih baik

Ada pelajaran yang tersembunyi,
Ada kesempatan untuk berubah dan memperbaiki.
Mereka yang pergi,
Mengajarkan kita tentang pentingnya kesadaran,
Tentang betapa berharganya setiap kata, setiap tindakan.
Kini, ketika perundungan terungkap,
Kita harus bertanya pada diri kita sendiri:

Ia adalah cermin dari kegagalan kolektif,
Untuk membangun budaya yang sehat.
Pendidikan,
TIdak hanya berkaitan dengan buku dan ujian,
Tetapi juga tentang pembentukan karakter,
Tentang menanamkan rasa empati,
Tentang mengajarkan untuk menghargai sesama.

Apa yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya?
Apa yang bisa kita ubah agar tak ada lagi yang merasa terasingkan?
Sekolah harus menjadi tempat yang aman,
Tempat di mana siswa merasa dihargai,
Bukan tempat yang meninggalkan luka yang sulit kembali

Tiga siswa itu hilang,
Namun kita tetap bisa belajar,
Kita bisa memilih untuk menciptakan dunia yang lebih baik,
Karena, di balik setiap kehilangan,
Ada harapan yang bisa kita bangun Bersama,
Hingga menuju kemenangan.

oOo

Catatan kaki: https://www.rri.co.id/daerah/933145/buntut-kasus-bullying-di-sman-4-pasuruan-3-pelajar-dikeluarkan-dari-sekolah

Habibaturrohmah, lahir di Cilacap pada 3 Maret 2006, adalah mahasiswi Fakultas Tarbiyah, Jurusan Tadris Biologi, di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus. Ia memiliki kegemaran menulis, terutama dalam hal-hal menarik seputar kehidupan dan pendidikan. Dan ia adalah perwakilan Duta Puisi Esai Jawa Tengah, sebagai mahasiswa, ia dapat berkomitmen untuk terus berkembang dalam akademik dan dalam pengembangan kreativitas, serta berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam dunia pendidikan.

PUISI ESAI GEN BARU: Puisi Esai Gen Baru ini puisi esai mini 500 kata khusus untuk Gen Z dan Gen Alpha. Disarankan tema-temanya yang relate seperti bully, mental health, patah hati, broken home, sex bebas, dan narkoba. Bagaimana kalau lingkungan, politik, atau kritik sosial ke penguasa? Boleh saja asalkan ada fakta dan sertakan link beritanya. Tuliskan 500 kata. Sertakan bionarasi maksimal 5 kalimat, 2 foto penulis dan 2 ilustrasi AI yang mendukung puisi esainya. Kirimkan ke golagongkreatif@gmail.com dengan subjek: Puisi Esai Gen Baru. Ada honorarium Rp 300 ribu dari Denny JA Foundation bagi yang puisi esainya tayang. Jangan lupa sertakan nomor rekening bank.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==