Menunggu Sore di Desa atau Kota

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sore adalah suatu masa setelah berlangsungnya siang. Ketika mendengar kata sore, apa yang ada dalam benak kalian? Ya, bagi kita yang hidup di pedesaan atau kota dengan aktivitas hari kerja yang tidak terlalu padat. Biasanya waktu sore digunakan untuk olahraga, bermain dengan keluarga, pergi ke taman, kebun, sungai dan masih banyak yang lainnya.

Saya sendiri hidup di Kota Serang, walaupun menjadi ibu kota Provinsi Banten, namun aktivitas masyarakat di hari kerja tidak sepadat dengan kota metropolitan yang ada di daerah lain. Kota Serang untuk jalan raya masih standar kemacetannya, jumlah kendaraan tidak sepadat dengan provinsi tetangga, Jakarta. Sehingga sore hari saya masih bisa olahraga ke alun-alun Kota Serang dengan waktu yang relatif cepat.

Pun ketika masa kecil, saya tinggal di desa yang ada di Pandeglang. Sore hari menjadi waktu yang pas untuk bermain bola dengan teman sebaya. Lahan kebun yang masih luas bisa dimanfaatkan menjadi lapangan. Keseruan itu yang jarang didapatkan oleh anak-anak yang hidup di kota besar, seperti Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta.

Hal itu pernah saya rasakan ketika menjadi mahasiswa di UIN Jakarta. Waktu sore menjadi keadaan yang penuh emosional, sebab rawan kemacetan sehingga membuang waktu cukup lama. Berbagai kendaraan keluar dari setiap arah untuk pulang, bahkan dilansir dari website Databoks, nilai yang terbuang akibat kemacetan di Jakarta mencapai waktu 30 jam. Nilai yang sangat fantastik bagi mereka yang baru mendengar hal tersebut.

Namun perbedaan waktu sore antara di kota dan desa, memiliki rintangan dan kesenangan masing-masing. Bagi kita yang hidup di desa, kegiatan sore digunakan untuk bermain atau ngopi dengan teman menjadi hal menyenangkan. Namun, bagi mereka yang hidup di kota, kegiatan sore bisa digunakan untuk lembur agar tabungan menjadi makmur.

Dua variabel itu menjadi daya tarik masing-masing manusia. Tentu ada konsekuensi dan problem di dalamnya. Tidak melulu nyaman, tenang dan bahagia. Maka, apa pilihan soremu? desa atau kota.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==