Mukri yang tinggal di Carita, Pandeglang. Mendapatkan banyak pengalaman selama terjun ke pedalaman desa di wilayah Pandeglang, terutama mengenai buang air besar. Masih banyak masyarakat yang buang air besar sembarangan, tidak memperhatikan kebersihan dan kondisi sekitar. Oleh karena itu, Mukri bersama kawan-kawan lainnya mengedukasi masyarakat untuk membuat jamban.

Masyarakat diajak berubah secara perilaku, dengan mengetuk satu demi satu rumah warga. Sosialisasi dan edukasi berbagai hal, terutama masalah buang air besar sembarangan. Selama proses edukasi, LAZ Harfa tidak memberikan biaya subsidi apapun. Masyarakat secara sukarela membangun semuanya sendiri secara gotong royong. Selama 4 tahun mengajak masyarakat untuk berubah secara perilaku, Mukri berhasil membuat 11 ribu jamban di berbagai desa pedalaman Pandeglang.

Mukri merasa ada kenikmatan tersendiri saat datang mengedukasi, membantu dan menolong masyarakat. Bagaimana dirinya bisa memberikan manfaat kepada sekitar, perilaku masyarakat mulai berubah menjadi lebih baik. Mukri selalu berkeyakinan bahwa setiap membantu orang lain, pasti Allah akan memberikan kemudahan dan keberkahan untuk urusan kita.
Proses Mukri yang panjang itu, kemudian pada 1 Januari 2017, Direktur Laz Harfa menarik Mukri untuk bergabung sebagai fundraising. Ketika ada bencana alam, Mukri terjun ke berbagai wilayah yang ada di Indonesia untuk membantu dan menolong masyarakat. Begitu juga dengan bencana yang ada di Palestina. Ia menghimpun dana dari berbagai macam jaringan, baik ritel, muzakki, muhsinin, korporasi, dan lembaga kemitraan untuk disalurkan kepada korban yang terkena musibah.


