Setelah mengecek lokasi acara dan dijamu Pemepek Ujuk 19 Ilir, oleh Dinas Perpustakaan Sumatra Selatan, kami tiba di hotel Graha Kartika Sriwijaya, di jalan Merdeka No.9, 19 Ilir, Bukit Kecil. Hal pertama yang kami lakukan di kamar adalah memastikan channel siaran sepak bola. Ternyata hotel bintang 3 ini berlangganan Indovision. Channel yang menyiarkan laga Timnas Indonesia vs Filipina tidak ada!

Kami segera mencari informasi nonton bareng di Kota Palembang melalui google. Alhamdulillah dapat! Di No Limit Cafe. Jaraknya lumayan jauh dari hotel, sekitar 20 menit, di Demang Lebar Daun, Ilir Timur I. Tanpa pikir panjang kami langsung memesan GoCar. Ongkosnya 22.000 rupiah.

Saat kami datang di Kafe No Limit, pengunjung sudah banyak. Kami membayar 10.000 rupiah untuk tiket masuk dan ditukar kupon. Pada jeda istirahat babak pertama kupon itu akan diundi untuk mendapatkan 4 es kopi susu dan 1 jersey Timnas Indonesia warna putih dari Erspo.

Kami duduk di meja nomor 5. Menu di Kafe No Limit harganya bersahabat dengan dompet. Sangat terjangkau. Selain itu pilihannya beragam, mulai dari aneka kopi, teh, susu, hingga jus. Begitu juga dengan makan berat dan camilannya. Mas Gong memesan nasi goreng ikan asin plus telur, es coklat, air mineral, dan pisang goreng coklat. Sedangkan aku memesan rice bowl asam manis dan air mineral. Semuanya hanya 82.000 rupiah.

Pertandingan dimulai. Para penonton yang membludak di Kafe No Limit ikuti menyanyikan lagu Indonesia Raya. Mas Gong bahkan sambil berdiri. Barangkali jiwa atletnya muncul. Di awal pertandingan Timnas Indonesia langsung tampil menyerang dan menekan pertahanan Filipina. Timnas Indonesia juga menguasai jalannya pertandingan.

Di menit ke-32 kafe No Limit bergemuruh, Thom Haye berhasil membobol gawang Pilipina dengan tendangan keras dari luar kotak penalti. Para pengunjung kafe No Limit bersorak! Beberapa pengunjung bahkan menyalakan flare, mengekspresikan kegembiraannya. Timnas Indonesia unggul 1-0.

Skor 1-0 untuk Timnas Indonesia bertahan hingga turun minum. Istirahat babak pertama camilan yang dipesan Mas Gong datang; es coklat dan pisang goreng. Sambil menikmati kudapan dan menunggu babak kedua dimulai, kami berbincang denagn Hardi Boebot, pegiat literasi Palembang, soal gerakan literasi di Sumatra Selatan, khususnya Kota Palembang.

Memasuki babak kedua, Timnas Indonesia mendapat perlawanan yang agresif dari Philipina, yang mencoba mengejar ketertinggalan. Philipina tampil menyerang. Timnas Indonesia sebagai tuan rumah berhasil menahan, dengan dukungan dari suporter yang menonton langsung di Stadion Utama Glora Bung Karno.

Hasilnya, di menit ke-53 penonton di Kafe No Limit kembali bersorak. Kali ini Rizky Ridho yang sukses membuat gol. Ridho mencetak gol dengan sundulan hasil tendangan bebas Nathan Tjoe-A-On, bola meluncur deras ke sudut gawang Philipina. Ridho mengekspresikan golnya dengan selebrasi “siu” ala Cristiano Ronaldo.

Tiga poin untuk Timnas Indonesia terwujud. Vietnam yang berada di peringkat ketiga tidak bisa mengejar poin Timnas Indonesia. Timnas Indonesia melaju ke ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. Membuka peluang untuk tampil di Piala Dunia 2026.

Antusiasme warga Palembang yang datang ke Kafe No Limit untuk menyaksikan laga Timnas Indonesia sungguh luar biasa. No Limit penuh, bahkan membludak hingga ke jalan! Kami kira kurang lebih ada 300 orang yang menyaksikan. Sepanjang laga mereka riuh menyanyikan chant untuk Timnas Indonesia.

Sungguh pengalaman Nobar di Palembang yang mengesankan! Semoga kebahagiaan malam ini karena Timnas Indonesia menang, dilengkapi juga dengan mimpi indah. Selamat untuk Timnas Indonesia.

