Cukup lama juga lampu merah menyala, sehingga saya punya waktu banyak untuk mengamati alat peraga di kaca belakang mobil angkot. Ya, alat peraga kampanye itu saya baca dengan. Saya foto juga.Salut juga membaca gelarnya yang bederet. Di depan namanya ada gelar Dr. H. TB (Tubagus – gelar keturunan Sultan di Banten). Kemudian di belakang namanya ada S.H., M.H., M.I.Kom. Luar biasa. Saya sendiri, satu gelar pun tidak punya.

Anak muda sekarang memang hebat-hebat. Gelar mentereng dan berderet. Melihat trend intelektual seperti ini, ada rasa optimis menyembul. Suatu saat Banten akan dipenuhi kaum intelektual. Banten tidak akan tertinggal lagi di dunia pendidikan.

Lampu berganti hijau. Wuling meluncur lagi. Di sepanjang jalan, alat peraga kampanye mulai mewarnai kota, seperti pelangi.

Kita doakan adik kita – Santri untuk DPD RI ini lolos. ilmu yang tinggi itu membawa manfaat bagi kemaslahatan masyarakat. Setelah terpilih betul-betul memerjuangkan aspirasi rakyat Banten. Aamiin.
Gol A Gong


