Oleh: Komariah – Alumni Kelas Menulis Rumah Dunia Angkatan 40.
“Hidupmu adalah milikmu. Kaulah yang mempunyai kuasa untuk menentukan seperti apa gambaran hidup yang ingin kau tuju. Baik atau buruk, semua kau yang jalani. Jadi, putuskanlah dengan bijak. Karena sekali menyetujui, maka takkan ada jalan untuk kembali selain terus berjalan dan memperbaiki.”
Halaman 37
Buku Bertekuk Lutut ini mengisahkan perjalanan hidup seorang wanita bernama Emerald Genius Putri, yang sering dipanggil Em. Ia berasal dari keluarga yang kurang mampu dan sejak kecil hanya tinggal bersama ayahnya. Meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi serta berbagai kesulitan, Em berhasil mewujudkan mimpinya untuk kuliah di Harvard dan menjadi seorang dokter.
Universitas Harvard sendiri merupakan salah satu universitas terbaik di dunia yang berlokasi di Amerika Serikat. Tempaan hidup yang keras dan tanpa belas kasih membuatnya menjadi wanita yang lebih memikirkan kebahagiaan orang lain, tetapi sering melupakan dirinya sendiri.

Selain itu, Em dijodohkan dengan seorang pria matang bernama Eka Perwira, yang hidupnya penuh dengan kemudahan. Ia tampan, memiliki pesona yang mampu membuat siapa saja terkesima, serta bergelimang harta. Namun, pernikahan tidak termasuk dalam daftar prioritas hidupnya. Ia hanya ingin menikahi seseorang yang mampu mengimbanginya, baik dalam pola pikir maupun dalam hal-hal pribadi lainnya.
Dalam pernikahannya, Em selalu dipandang sebelah mata oleh suaminya. Setelah delapan tahun berpisah, ia kembali dengan ketidakpastian mengenai nasib pernikahannya, sementara Eka telah menemukan wanita lain yang dianggapnya lebih layak.

“Tak ada yang perlu dimaafkan. Kita hanya dua orang yang terpaksa berada di tempat yang tidak tepat. Setidaknya semua berjalan sesuai rencana, dan seperti janjiku tujuh tahun yang lalu, aku tidak membuat malu atau menimbulkan kesusahan bagi keluarga kalian.”
Halaman 148
Buku ini menghadirkan cukup banyak tokoh, seperti Nenek Rahayu yang berperan penting dalam cerita, serta Ningrum—seorang wanita dewasa yang merupakan kekasih Eka Perwira. Kecantikan dan kecerdasannya membuat banyak wanita iri padanya.
Saya membeli buku ini dalam event Harbukfest, dan saya benar-benar larut dalam konfliknya yang sangat kompleks. Novel ini menggambarkan ego manusia yang sama-sama besar serta pengorbanan demi meraih impian. Saya sangat menyukai karakter Em. Meskipun terlihat lemah, nyatanya ia mampu menaklukkan hati Eka dan membuat banyak orang kagum akan sosoknya.
Buku yang ditulis oleh Emeraldthahir dengan ketebalan 409 halaman ini memiliki keunggulan dalam menggambarkan transformasi karakter Em—dari seorang gadis sederhana menjadi wanita yang tangguh dan berpendidikan tinggi. Meskipun tema yang diangkat cukup umum, alur ceritanya disajikan dengan menarik, sehingga mampu membuat pembaca penasaran akan kelanjutannya. Novel ini juga menyampaikan pesan tentang keteguhan hati, meskipun penyelesaiannya terkesan terburu-buru.

Salah satu kekurangan dari buku ini adalah meskipun latar ceritanya mencakup tempat-tempat seperti Harvard, deskripsinya kurang detail, sehingga pembaca mungkin kesulitan membayangkan suasana yang digambarkan oleh penulis.
Bertekuk Lutut adalah novel romantis yang mengisahkan perjuangan seorang wanita dalam menghadapi tantangan hidup dan pernikahan. Cerita ini cocok bagi pembaca yang menyukai kisah-kisah inspiratif tentang keteguhan hati dan transformasi diri. Meskipun memiliki beberapa kelemahan, pesan moral yang disampaikan membuat novel ini layak dibaca oleh kalangan remaja maupun dewasa, khususnya wanita.
BIOGRAFI PENULIS
Hai, saya Komariah. Saya adalah penulis resensi buku yang gemar membaca. Saat ini, saya sedang menempuh pendidikan di bidang manajemen. Saya mulai menulis resensi buku sejak tahun 2024. Ketertarikan saya dalam menulis resensi berawal sejak saya bergabung dengan komunitas Kelas Menulis Rumah Dunia Angkatan 40.



