Rak Buku: Merindukan Sosok yang Peduli Lingkungan

KACAU

Pada judul buku yang pertama dalam “Labirin Lazuardi”, Gol A Gong, sang penulis mencoba mengetengahkan perjalanan Lazuardi dalam sebuah kampung miskin di pinggir rel kereta api. Sekalipun tidak mendeskripsikan secara detail dimana tempat itu berada, pembaca akan langsung dapat menerka dimana setting tempat itu dipilih. Sebuah kota yang jauh dari ibu kota Jakarta. Tepatnya di daerah Jawa tengah atau Jawa Timur. Ini bisa dibaca dari dialek-dialek yang dipentaskan lakon-lakonnya.

Cover buku judul buku pertama dalam serial “labirin Lazuardi” ini sesuai dengan pilihan judul yang sedang diangkat, “Langit Merah Saga”. Sederhana namun mengundang penasaran bagi setiap orang yang sepintas memandangnya. Hal ini juga bersesuaian dengan isi cerita dalam buku ini.

Langit dalam warna memerah yang sangat, atau dapat juga disebutkan merah saga, menunjukkan kondisi sebuah komunitas masyarakat yang dipenuhi kekacauan. Begitu kacaunya sehingga untuk menemukan orang yang sekedar memiliki kejujuran sederhana susah untuk dicari. Seperti sosok Lazuardi dalam serial ini.

Memilih nama Lazuardi juga menjadi sangat tepat. Lazuardi berarti langit biru yang cerah. Inilah paradoksnya. Langit memerah saga bertemu dengan langit membiru cerah. Ibarat warna yang saling bertarung, manakah salah satu yang akan mampu mewarnai lainnya. Manakah yang akan larut. Disinilah pertarungan dua kutub itu dapat disimak.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==