Malam itu juga aku berkemas. Uang tabungan dari amplop-amplop yang dulu Ayah beri, aku kumpulkan. Kupesan tiket kereta ke Surabaya. Tak ada pesan perpisahan. Tak ada tangis atau pelukan. Aku hanya pergi. Meninggalkan semuanya.
Ayahku Selingkuh dengan Temanku

