Menampilkan: 1 - 6 dari 25 HASIL
Cerpen Sabtu

Cerpen Sabtu: Jalur Cepat

Lebih dari dua minggu aku tak bertemu Junaid, seperti halnya tak bertemu istri dan anak, karena sedang mengikuti outing kantor di Bali.   Bahkan sepulang dari Bali, sudah jarang pula saya mengobrol lama dengan Junaid. Kadang hanya berpapasan dan saling melemparkan senyum.

Cerpen Sabtu

Cerpen Sabtu: Peci Kang Wasmad

Suatu pagi ketika Kang Wasmad bangun dari tidur ingin melaksanakan salat subuh, peci yang biasa ia pakai bahkan saat tidur tiba-tiba menghilang tanpa bekas sehelai benang pun. Kang Wasmad pun panik tidak karuan, mencari di segenap sudut rumahnya, sampai seluruh desa ia kuliti tapi tidak menemukan peci pemberian gurunya tersebut.

Cerpen Sabtu

Cerpen Sabtu: Balik ke Bui

“Saya memang benci kebenaran yang ada sekarang ini. Benar ada wabah virus corona. Benar semua harus pake masker dan jaga jarak. Benar semua dilarang kerja dan nggak boleh salat di masjid. Saya malah benci kebenaran itu Pak, karena saya nggak bebas lagi kerja,” jawabnya serius.

Cerpen Sabtu

Cerpen Sabtu: Tertawalah Serupa Mahli yang Berputar-putar

Sebenarnya aku bukan tanpa sebab menjadi murung seperti saat ini. Ceritanya mungkin akan terdengar biasa saja, tapi sungguh itulah muasal sebab aku murung. Suatu kali saat aku berusia 7 tahun, aku ingin sekali mandi hujan seperti teman-temanku yang lain. Namun, Ibu melarangku. Aku menangis sejadi-jadinya. Kesedihan terasa mencengkram jiwaku begitu erat. Aku tak tahu kenapa aku merasa begitu sedih ketika Ibu melarangku mandi hujan bersama teman-temanku.

Cerpen Sabtu

Cerpen Sabtu: Mengapa Burung Ada?

Empat belas menit kemudian, Ali telah berada di jembatan tak jauh dari rumahnya. Ali berdiri di tepi jembatan dan melihat ke bawah. Sungai mengalir sekitar tiga puluh meter dari tempatnya berdiri. Ali memeriksa sekeliling. Dan seekor burung kutilang melompat dari dahan pohon rambutan di dekat jembatan.

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)