Mbah Karta berpulang dalam tidurnya. Tapi bahkan dalam kematian pun, tangannya masih menggenggam tangan Mbah Sumi. Dan esoknya, seolah tak ingin terpisah terlalu lama, Mbah Sumi menyusulnya. Warga desa pun berkata, “Mereka benar-benar duduk berkurung siang malam… sampai ke akhir hayat.”
Duduk Berkurung Siang Malam

