Tak ada yang lebih tinggi, tak ada yang lebih rendah. Di situ, martabat bukan ditentukan oleh gelar, jabatan, atau asal-usul—tapi oleh rasa saling menghargai. Mereka berdiskusi, bekerja sama, dan merayakan perbedaan sebagai kekuatan.
Duduk Sama Rendah, Berdiri Sama Tinggi


