Di Serang ada Rumah Dunia. Di Lumajang ada Jendela Dunia plus pohon durian.
Safari Literasi di Rumah Baca Jendela Dunia Lumajang

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Di Serang ada Rumah Dunia. Di Lumajang ada Jendela Dunia plus pohon durian.

Saya selalu menyediakan 2 buku sebagai door prize; Connect The Dots karya Helmy Yahya dan I am A Survivor, buku terbaru saya.

Diselingi quiz berhadiah buku, saya juga bercerita gara-gara senang membaca buku sudah mendatangi 20 negara, menulis 126 buku.

Perpus Desa Kamal diberi tempat di sebuah cafe. Di bawah tanggung jawab BUMDES. Cukup memuaskan. Saat saya datang ke sini, berdialog dengan anak-anaknya, cukup berwawasan

Sekitar 50 perwakilan guru SD, SMP, dan SLTA, Duta Literasi Sekolah, dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bangkalan serius mendengarkan paparan Gol A Gong sebagai Duta Baca Indonesia.

Rumah ini milik HOS Tjokroaminoto, guru bangsa. Di rumah ini pula, selain Bung Karno, juga ada tokoh lainnya yang nge-kos.

Sebanyak 40 pelajar pilihan duduk dengan khidmat, mendengarkan paparan dari saya tentang bagaimana menulis puisi. Saya membagikan 2 cara menulis puisi, verbal dan simbolik.

Jadi hasil penelitian pihak luar, terutama PISA (Program International Student Assessment) yang menempatkan kita nomor 2 dari bawah dari 72 negara, itu tidak benar.

Betty Hendri Puspitarini, Kepala sekolah SMA Kemala Bhayangkari 1 Surabaya berharap, saya, Daniel Mahendra, Rudi Rustiadi, dan Bambang sebagai narasumber bisa menularkan ilmu dan pengalaman yang sudah didapat ke siswa-siswinya.

Jenis fiksi ini memang sedang trend. Pertama, fiksi mini tetap mengacu ke kaidah penulisan fiksi.

Ini kota ke-8 dari rangkaian Safari Literasi Pantura Duta Baca Indonesia setelah Kuningan, Tegal, Kendal, Tuban, Lamongan, dan Gresik.

Rumah Pelangi yang memiliki visi Perpustakaan dan Taman Baca yang berjuang untuk tetap hidup dan memberi manfaat bagi anak bangsa, sangat dibutukan kehadirannya di Kecamatan Manyar ini.

saya memberikan tips tentang menulis puisi. Juga menulis cerita anak. Mereka kritis. Mereka juga bertanya tentang tips bisa sukses dan tips agar senang membaca.

Gol A Gong mengaku, beberapa kali keliling Jawa Timur, baru kali ini bisa mampir di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gresik. Kali ini ditemani Aditya Akbar Hakim dari Iqro Semesta

Luar biasa, IPK Syauqi semester 1 menembus 4.0. Semester 2 turun ke 3.97. Saat wisuda di angka 3.92. Prestasi akademisnya hebat, itu sebab mendapatkan beasiswa bidik misi.

Saya menekankan pada 3 pilar utama pustakawan, yaitu gedung perpustakaan yang harus instagramable, program yang relate dengan gen Z dan dunia digital, juga siap berjejaring dengan komunitas.

Kami tiba di Omah Gemar Maos pas makan siang bersama Prof. Dr. Zainuddin Maliki, M.Si dari Komisi X DPR RI. Tentu ini bukan makan siang biasa.