Begitulah rasa hormatku kepada ulama besar negeri ini. Ketika Bung Karno menjebloskannya ke penjara karna berbeda pandangan politik, Buya menulis tafsir Al-Azhar. Kemudian novel-novelnya berlahiran; Di Bawah Lindungan Ka’bah, Kapal van Der Wijk. Kami memestakannya bersama penyair dari seluruh Indonesia.
Puisi Gol A Gong: Untuk Buya Hamka

