Dari Mengecat Pagar Jadi Cerita Pembuka Novel

Setiap hari banyak peristiwa terjadi di sekitar kita. Itu semua bisa kita olah jadi cerita unuk novel yang akan kita tulis. Seperti pada Minggu 5 Juli 2020. Abdul Salam – Presiden Rumah Dunia 2019-2024 dan relawan memagar areal Rumah Dunia seluas 3000 m2. Lalu para relawan komunitas literasi mengecat pagar itu. Nah, jika kita sekadar melihat, maka menguap. Amati dan cermati. Ini menarik untuk dijadikan setting cerita dan lokasi. Peristiwa kecil yang berdampak besar bagi lingkungan ini sangat potensial dan bisa menjadikan novel kita “alamiah”.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Latar Belakang Cerita Si Tokoh Dalam Dialog

Nama tokoh Al Bahri. Dialognya antara 3 tokoh di sebuah cafe:

“Kenapa setiap kita makan, kamu tidak pernah mau menyantap ikan yang kita pesan?” Chandra Kirana penasaran.

“Kali ini kamu harus menceritakannya kepada kami,” Ramadhan mendesak.

“Baiklah. Setiap nama selalu memiliki kisahnya, bukan?” Al Bahri mengaduk-aduk jus jeruknya. “Chandra Kirana, katamu lahir saat bulan purnama. Dan kamu Ramadhan, mudah ditebak, lahir di bulan suci Ramadhan…’

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Bagaimana Menulis Setting Lokasi yang Baik?

Di cerpen atau novel yang akan kita tulis, pemilihan setting lokasi sangatlah penting. Setting lokasinya fakta atau khayalan? Bagaimana menuliskannya? Memberitahukan kepada pembaca atau membiarkan pembaca berimajinasi?

Ada penulis yang memberi tahu kepada pembaca:

“Kantin, pagi hari.” Ini cenderung mematikan imajinasi pembaca, tetapi tidak dilarang.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Belajar Membuat Dialog Tokoh dari Pohon Pisang dan Generasi Instan

Jadi penulis itu harus terus berpikir. Naluri mengamati jangan sampai mati. Setiap hari kita sering disuguhi fenomena hidup. Misalnya, amati pohon pisang. Semua yang ada bermanfaat; mulai dari daun, batang pohon, kulitnya, buahnya, semuanya. Kemudian belajarlah membandingkannya atau menganalogikannya dengan manusia.

Saya memotret generasi sekarang adalah generasi instans, generasi yang ingin meraih sukses dengan cara cepat. Di dalam otak saya, kemudian dicampur dengan imajinasi, saya memutuskan membuat puisi yang idenya dari “pohon pisang dan generasi instan”.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Kelas Online Novel Best Seller Bersama Gol A Gong

Gol A Gong membuka kelas menulis online novel. “Privat!” tegas Gong, yang sudah menulis 125 buku. “Kelasnya chit-chat lewat WA. Setiap orang memiliki waktu 2 jam secara pribadi. Setiap pertemuan hanya satu orang. Gong akan memberikan materi novel best seller, kemudian peserta yang seorang itu bebas bertanya alias interaktif. Nanti akan ada praktik. “Saya akan bimbing dari mulai outline sampai menulis novel. Kalau bagus saya bantu mencarikan penerbit,” kata Gong.

Kelas akan dibuka mulai Juni 2020. Silakan daftar. Setiap orang dikenakan biaya Rp. 2,5 juta. Kelas online 4 kali pertemuan. Setiap pertemuan 2 jam. Waktunya ditentukan sendiri. Kontak WA ke 081906311007. Anda jadi penulis, kami histeris.

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5