Trauma Healing Anak-anak Korban Erupsi Gunung Lewotobi di Pengungsian Hewa oleh PGRI Flores Timur

Sedikitnya ada 87 anak yang saat ini mengungsi di Hewa. Mereka datang bersama orang tua dari Desa Nawo Kote, Waiula, Hokeng, Boru dan Bawalatang. Kehadiran 87 anak ini bergabung dengan 154 anak di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Hewa.

Rombongan PGRI Flores Timur tiba di posko Desa Hewa kisaran pukul 12.30 WITA diterima perangkat Desa Hewa. Usai memberikan donasi berupa air mineral, sembako, sayur-sayuran dan lain-lain, tim edukasi PGRI Flores Timur langsung membentuk kelompok bersama anak -anak.

Sil Lein, Thomas Are dan tim lainnya langsung mengajak anak -anak bernyanyi bersama. Kegembiraan dan keceriaan tampak dari wajah anak-anak. Setelah bernyanyi bersama, anak anak menari. Dilanjutkan dengan motivasi yang diberikan Ketua PGRI Flores Timur, Maksimus Masan Kian dan Wakil Ketua PGRI Flores Timur, Yeni Ndajang.

Claudio Lein Key, Sekretaris Desa Hewa mengatakan anak anak yang mengungsi di Hewa diperhatikan dengan baik. Ditempatkan di rumah. Makan minum, istirahat dan kebersihan dijamin baik.

“Pengungsian di titik Hewa, para pengungsi menginap di rumah -rumah penduduk. Anak anak juga sekolah seperti biasa di SDK Hewa. Mereka mengikuti pembelajaran normal. Karena mereka mengungsi di rumah maka, makan minum, istirahat dan kebersihan diperhatikan dengan baik. Anak -anak juga betah berada di sini. Mereka mengikuti pembelajaran secara normal. Posko di Kantor Desa hanya tempat transit barang dan menerima para donatur dari luar. Setelah barang donasi diterima, langsung didistribusikan kepada warga pengungsi yang berhak menerima,” kata Claudio.

Yeni Ndajang, Wakil Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur mengatakan, PGRI akan terus memberikan rasa kepedulian kepada sesama saudara yang mengalami bencana erupsi gunung Lewotobi. Walau tidak seberapa, donasi dalam bentuk barang dan edukasi kepada anak -anak di lokasi pengungsian akan terus berikan. “PGRI Flores Timur selalu siap untuk berdonasi dan memberikan pendampingan trauma healing kepada anak anak di lokasi pengungsian. Jumlah kami banyak, kekhasan PGRI adalah solidaritas, maka kami akan terus berdonasi kepada Bapa, mama, anak-anak korban bencana yang membutuhkan, ” kata Yeni.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==