Ketika bertemu dengan Bang Subandi Musbah, selaku direktur Visi Nusantara, ia menyampaikan beberapa hal terkait acara yang mereka lakukan, katanya acara kurban yang dilakukan secara bersama ini sudah berjalan selama 4 tahun dan upaya ini akan terus ia lakukan kedepannya.

Bang Subandi menjelaskan, hal yang membedakan kurban mereka kali ini adalah dari nilai dan sosialnya, ia menyampaikan bahwa terkadang kita lupa dengan orang-orang di sekitar kita, diantaranya tukang sapu jalan, para pengemis dan pengamen, mau bagaimana juga mereka harus kita muliakan.

Maka dari itu Visi Nusantara menggelar acara Visi Nusantara Peduli dengan tema “Memakai Iduladha dengan Hati” makan sate bareng pemulung, tukang sapu dan anak jalanan.

Sebagai orang yang pernah belajar dan berproses di sana, saya melihat acara yang dilaksanakan oleh Visi Nusantara ini cukup menarik, karena bukan hanya sekedar berbagi tapi juga mencoba menyerap beberapa informasi dan perasaan yang dialami oleh beberapa kaum marjinal tersebut.

Bahkan ada satu sesi khusus yang bang Subandi lakukan yaitu berdiskusi dengan para pengamen jalanan, diskusi santai sambil menyantap sate dan hidangan yang disediakan oleh tim dari Visi Nusantara.

Selain itu, saya melihat mereka menyiapkan acara tersebut dengan serius, bukan hanya seremonial belaka, tapi benar-benar di persiapkan dengan matang, baik dari panitia penyelenggara, seragam bahkan tenda yang kadang tidak dilakukan oleh orang yang hanya melakukan kurban saja.

Mereka mencoba berbeda dengan menampilkan sisi lain, dengan konsep mirip acara yang dilakukan oleh orang yang lagi hajatan.

Hal ini yang menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan acara tersebut, banyak kader dan para aktivis di Tangerang bahkan di luar Tangerang yang hadir untuk hanya sekedar silaturahmi dan memeriahkan acara tersebut. (Hamah Sutisna)





