Pada puncak Pesta Family yang terlaksana pada tanggal 4 Oktober 2024 diawali dengan Perayaan Ekaristi yang diiringi oleh Paduan Suara SMAK Fransal yang mampu mengantar umat untuk lebih Khusyuk. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Ketua Yapersuktim, RD. Thomas Labina dan RD. Sillu Wutun.
Dalam khotbahnya, RD. Thomas menyampaikan bahwa Santo Fransiskus Asisi mesti menjadi pijakan bagi semua warga Fransal dalam bersikap. Karena kelembutan hati dan kesederhanaannya ia mampu membawa kedamaian bagi semua orang yang ia jumpai.


Setelah perayaan Ekaristi, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan pentas seni. Mulai dari live music, pementasan teater, pembacaan narasi, tarian kontemporer, musik ansambel, stand up comedy, dan lainnya.
Dalam laporan panitia yang diwakili oleh ketua panitia Kevin Makin selaku Wakil Ketua OPDIS masa bakti 2024 menyampaikan bahwa kegiatan Pesta Family sebagai ajang pengaplikasian bakat minat peserta didik juga sebagai wadah kebersamaan untuk memupuk rasa kekeluargaan.
“Di setiap tahun, sekolah merayakan hari Ulang tahunnya di tanggal 4 Oktober. Dan selalu mengadakan pertandingan dan perlombaan sebagai ajang pengaplikasian bakat minat peserta didik juga sebagai wadah untuk memupuk rasa persaudaraan dan kekeluargaan,” ungkapnya.

Pada kesempatan berikutnya pemerintah dalam hal ini Kepala Seksi Pendidikan Katolik, Adrianus Haliwala menyampaikan apresiasinya terhadap pengembangan bakat peserta didik di SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka. beliau juga menyampaikan bahwa akan ada bantuan Prasarana berupa Asrama bagi peserta didik oleh Pemerintah sebesar Rp800.000.000,00.
“Saya sangat apresiasi bagi Lembaga SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka. Walau di usianya yang masih muda namun keseriusannya dalam mengembangkan bakat minat peserta didik terbilang baik. Di usia yang baru 10 tahun ini kita berharap bahwa lembaga ini semakin baik sehingga bisa berdaya saing dengan lembaga pendidikan lain yang sudah berusia matang,” tandasnya.

“Pemerintah sangat mendukung pengembangan mutu di lembaga ini. Bentuk keseriusan itu dibuktikan dengan bantuan berupa sarana prasarana, BOS, dll. Dan pada tahun anggaran 2025 akan ada bantuan prasarana berupa gedung Asrama. Dan kita berharap akan berdampak baik bagi mutu peserta didik,” tambahnya.
Lurah Sarotari, Felixamus B. Koten yang turut hadir dalam acara lustrum kedua itu, menyampaikan bahwa jika ia diminta untuk berpuisi maka ada satu kalimat yang mewakili perasaannya. Ku memujamu dengan puisi yang tak terucap. Menurutnya SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka selalu siap mendukung Kelurahan Sarotari ketika diminta untuk terlibat dalam acara-acara yang diselenggarakan oleh Kelurahan. Seperti Upacara 17 Agustus, dan acara lainnya.
“Jika saya boleh berpuisi maka satu kalimat ini mewakili perasaan saya. ‘Ku memujamu dengan puisi yang tak terucap’. Saya sangat apresiasi kepada lembaga ini karena sangat responsif dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di kelurahan seperti upacara 17 Agustus. Di tahun 2023 lalu semua masyarakat yang mengikuti upacara dibuat menangis karena diantar dengan teatrikal perjuangan sehingga masyarakat diberikan gambaran terkait dengan kehidupan manusia Indonesia di zaman Penjajahan. Apresiasi kepada Ayah Bunda SMAK Fransal yang begitu serius mengembangkan bakat minat anak,” ucapnya.

Pada kesempatan terakhir, atas nama Sekolah yang diwakili oleh Pelaksana Harian SMAK Santo Fransiskus Asisi Larantuka, Jenifridus Naitili mengungkapkan rasa terimakasih bagi semua stakeholder yang turut hadir dan mendukung SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka hingga usianya yang ke 10 tahun.
Dalam sambutannya beliau menganalogikan usia anak yang baru berusia 10 tahun dengan keterbatasannya sebagai manusia yang masih membutuhkan bantuan orang tua dan keluarga dalam perkembangannya.
Ia juga berharap bahwa walau baru berusia remaja, Fransal tetap eksis dan mampu bersaing dengan Lembaga pendidikan lain. Juga semakin terbangun rasa memiliki, rasa persaudaraan, saling mendukung dan kompak untuk banyak hal baik demi pengembangan mutu Pendidikan di Lembaga SMAK Fransal.

“Apresiasi dan ucapan Terimakasih kami sampaikan kepada semua stakeholder yang begitu baik, memberikan perHATIan kepada SMAK Fransal hingga saat ini. Mulai dari Pemerintah dalam hal ini Kementrian Agama Pusat hingga ke Kabupaten, Yapersuktim, Kelurahan, Komite, Ayah Bunda, Orang tua, dan Masyarakat. Diusianya yang masih sangat muda, Saya menganalogikan anak manusia yang berusia baru 10 tahun dengan keterbatasan pengalaman, dll. Sama halnya SMAK Fransal yang terbilang masih sangat mudah maka terus berupaya, berusaha merefleksikan diri agar mampu membenahi diri agar bisa bersaing dengan Lembaga Pendidikan lain. Dan SMAK Fransal sedang berjuang bersama Kementrian Agama, Yayasan juga stakeholder lainnya,” ujarnya.
“Di usianya yang masih sangat mudah ini, diharapkan agar mampu mengembangkan aspek Intekektual, emosi, moral Peserta Didik, juga dapat membangun rasa kekeluargaan, rasa persaudaraan dan saling memiliki di antara warga SMAK Fransal di Negri Coklat ini. Termasuk menjalin komunikasi yang baik dan kerja sama dengan pihak lain. Dalam pengembangan mutu peserta didik dan sebagai tugas pelayanan, SMAK Fransal siap memberikan diri kepada umat dan masyarakat disekitar,” tambahnya.
Perayaan tanpa pemaknaan sama dengan makan tapi tidak tahu tujuan mengapa harus makan.
Selamat Ulang tahun yang ke 10 SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka.



