Di Meja Makan Bapak-Emak Bicara Gaji

Saya rasa sejak di SMP, 1976-79, Bapak-Emak mulai terbuka soal gaji bulanannya sebagai guru SPGN Serang – kemudian pada 1980 diperbantukan jadi Kepala Sekolah SGO PGRI Serang. Kami berlima sudah tidak sabar menerima amplop coklat. Teteh kemudian menghitung ulang berapa gaji yang diterima setelah potong sana-sini.

“Sisihkan dulu 2,5%. Itu hak orang lain,” kata Bapak. Kami pun menghitung pengeluaran setelah untuk sekolha kami, makan, langganan koran, majalah Intisari, koran Kompas, Femina, Gadis, HAI, dan Bobo. Jika gahi Bapak-Emak kurang, Bapak akan bilang, bahwa nanti akan mengajar di sekolah swasta. Pelajaran berharga yang saya peroleh adalah Bapak-Emak selalu mendahulukan kewajiban, bukan hak.

GG

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==