Bertemu dengan Jenny Ervina si Gadis Bukan Perawan

Saya punya murid istimewa. Namanya Jenny Ervina. Dia care giver di Taiwan. Suatu hari di tahun 2010, saya dihubungi Jenny Ervina, yang ingin memperdalam keterampilan menulisnya secara online. Sebelumnya dia belajar menulis secara otodidak. Dia yang ternyata berasal dari Tunjung Teja, Kabupaten Serang, menyodorkan beberapa cerpen. Cerpennya bagus-bagus.


Jenny alias Yeyen berangkat ke Taiwan pada tahun 2008. Dia bekerja di rumah milik Wang Hui Chuan di Guang Fu RD Lane 42 Section 2 No: 27, Hsinchu City, Taiwan. Saat itu, Yeyen mendapat tugas merawat Wang Kuang To orangtua majikannya yang berusia 88 tahun. Majikannya memberinya laptop bekas.

Buku pertama Yeyen diterbitkan ”Gong Publishing” pada 10 Mei 2010, yang berjudul Gadis Bukan Perawan terbit. “Saat itu saya masih di Taiwan,” kata Jenny.

Dua Novel

Novel perdananya itu dipasarkan di Taiwan melalui penerbit Indo Suara yang beralamat di 8 F nomor 84 Ning Xia, Tatung District, Taipe City, Taiwan. Novel Yeyen itu banyak dijual di toko milik warga Indonesia yang ada di Taiwan. Hasilnya lumayan, tulisannya disambut antusias para TKI. Dalam novel yang tidak dijual di tanah air itu nama Yeyen berubah menjadi Jenny Ervina.

Pada 11 Juli 2011, Yeyen pun meluncurkan karya keduanya. Novel terbaru tersebut dia beri judul ”From Kontrakan With Love”, sebuah cerita yang mengisahkan tentang kehidupan para buruh pabrik yang rata-rata berasal dari daerah. Cerita novel ini diilhami oleh pengalamannya selama dia mejadi buruh pabrik di daerah Serang, Banten. Dua novel berhasil ditulis oleh buruh migran. Bayangkan, kapan mengartur waktunya?

Sekitar tahun 2017, Jenny pindah bekerja ke Hong Kong. Saya dan isteri – Tias Tatanka – juga pernah bertemu Jenny di Hong Kong. Saat itu Jenny belum menikah. Dia bekerja mengurusi seorang nenek. Biasanya disebut care giver.

Pada akhir November 2024, Jenny mengabarkan akan berziaran ke makam ayah dan ibunya di Petir, Kabupaten Serang. Juga menengok ibu angkatnya di Bekasi. Jenny meminta saya dan Tias untuk bergabung makan malam di Hotel Aston. “Mas Gong dan Mbak Tias sudah Jenny anggap sebagai pengganti Abah dan Emak,” kata Jenny.

Hari Kamis tanggal 9 Januari 2025 pun tiba. Selepas Maghrib, kami meluncur ke Hotel Asto di daerah Curug, Kota Serang. Kini namaya Jenny Ho, karena sudah menikah dengan Vincent – lelaki Hong Kong. Kami bergabung dengan keluarga Jenny. Makan malam yang hangat. Kakaknya guru di Tunjung Teja. Adiknya – Ayu – membuka salon. Nova kuliah di Kota Serang.

Saya menghadiahi Jenny buku terbaru, yaitu antologi fiksi mini terbitan SIP Publishing. “Jenny, nulis lagi, ya,” aku mengingatkan. Bagi saya, Jenny itu aset Banten. Permpuan di Banten kebanyakan bersolek, sedikit sekali yang menulis.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==