Traveling: Menyicil Mimpi Keliling Dunia

Oleh: Naufal Nabilludin

Di tahun 2021, tepat dua hari sebelum pengumuman penerimaan mahasiswa baru jalur prestasi, aku berbicara dengan teman SMA-ku tentang salah satu mimpiku. Dengan penuh optimisme, aku berkata, “Salah satu mimpiku adalah keliling Indonesia, minimal ke setengah dari jumlah provinsi, dan ke 15 negara. Kalau bisa gratis.”

Saat itu, aku tidak pernah tahu apakah mimpiku akan terwujud. Tetapi, mimpi itu terus aku rawat dengan penuh keyakinan akan terwujud secara perlahan.

Di tahun 2022, langkah kecil menuju mimpiku kembali dikuatkan. Aku dipertemukan dengan Komunitas Rumah Dunia, sebuah komunitas yang penuh dengan orang-orang inspiratif. Mas Gol A Gong, pendiri komunitas ini, adalah bukti nyata bahwa mimpi bisa terwujud dengan kerja keras dan tekad.

Ia telah menjelajahi berbagai pelosok Indonesia dan lebih dari 20 negara. Bahkan dengan cara yang tidak biasa, Mas Gong menjelajah Asia dengan sepeda. Catatan Perjalanannya bisa dibaca di buku Gong Traveling.

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Gorontalo

Dua tahun setelah aku pertama kali mengucapkan mimpi itu, pintu kecil menuju dunia baru mulai terbuka. Aku diterima dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) di Gorontalo. Agustus-Desember 2023 aku tinggal di belajar di Gorontalo. Semua akomodasi perjalanan ditanggung oleh pemerintah, bahkan mendapat uang saku bulanan.

Selama empat bulan di Gorontalo, aku belajar banyak hal: budaya lokal, sejarah, tradisi, dan bahkan makanan khas seperti Ilabulo yang begitu menggugah selera. Aku juga bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah—dari Sabang hingga Merauke. Pengalaman itu membuatku sadar, mimpi itu perlahan mulai terwujud.

Magang di Kota Bandung

Dari Gorontalo, perjalanan hidupku terus berlanjut. Di awal Desember 2023, sebelum pulang dari Gorontalo, aku mendaftar program magang MSIB dan mendapat kesempatan magang di Detikjabar, Kota Bandung.

Aku mencicipi aneka kuliner khas Bandung dan jajanan kaki lima yang rasanya menggugah selera. Setiap sudut kota ini menawarkan pengalaman unik, dan aku merasa seperti selalu ada hal baru yang bisa dinikmati. Di Bandung juga, aku mendapatkan pengalaman liputan yang menarik—mengikuti dinamika dunia jurnalistik yang seru dan menantang.

Tidak hanya itu, aku juga menjalani bulan Ramadan di Kota Bandung, merasakan suasana ibadah yang berbeda dan menikmati tradisi khas Ramadan di kota ini. Semua itu membuat Bandung meninggalkan jejak yang dalam di hati dan pikiranku.

Jelajah Bumi Pertiwi di Lombok

Lalu di Bulan Oktober 2024, kesempatan berikutnya menghampiriku. Sebuah flayer di grup WhatsApp kembali menggugah semangat saya. Sisi Indonesia mengumumkan dua program Jelajah Bumi Pertiwi dalam waktu dekat:

  • JBP#3 di Bromo, Jawa Tengah (15-21 Desember 2024).
  • JBP#4 di Sembalun, Lombok Timur, NTB (18-25 Januari 2025).

Sebelumnya, aku pernah ikut program Jelajah Bumo Pertiwi #1 di Tanjung Lesung, Banten. Dan saat itu hati saya langsung tertambat pada JBP#4 di Lombok.

Proses seleksi segera saya jalani. Dari mengisi formulir Google, menjalani wawancara, hingga membuat showcase sebagai bentuk pembuktian diri, saya melewati semuanya. Kali ini, saya hanya lolos sebagai special funded, yang berarti saya harus membayar setengah dari biaya akomodasi.

Selama kurang lebih satu minggu, 19-26 Januari 2025, aku ikut serta dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Bilok Petung, Sembalun, Lombok. Berinteraksi dengan penduduk desa, menjelankan program yang inspiratif, menikmati keindahan Sembalun, dan menghirup udara segar pegunungan adalah pengalaman yang tak tergantikan.

Refleksi dan Mimpi yang Masih Terus Hidup

Ketika aku melihat kembali perjalanan tiga tahun terakhir, aku merasa sangat bersyukur. Tuhan seakan mendekatkan aku pada mimpiku, selangkah demi selangkah. Dari Gorontalo ke Bandung, lalu ke Lombok, aku merasa semakin yakin bahwa mimpi untuk menjelajahi Indonesia bukanlah sesuatu yang mustahil.

Namun, mimpiku tak berhenti di sini. Aku ingin menjelajahi Pulau Sumatera suatu hari nanti. Aku belum tahu bagaimana caranya—apakah melalui program tertentu atau sekadar petualangan pribadi—tetapi aku yakin jalannya akan terbuka.

Di atas semua itu, aku punya dua impian yang begitu spesial. Pertama, aku ingin mengajak keluargaku traveling bersama ke suatu tempat, menikmati setiap momen perjalanan, dan menciptakan kenangan yang tak terlupakan. Kedua, Naik kapal pesiar dan menikmati keindahan lautan lepas. Aku membayangkan berdiri di atas dek kapal, merasakan angin laut yang segar, dan menyaksikan matahari tenggelam di ujung cakrawala.

Bagiku, traveling bukan sekadar berjalan-jalan. Ini adalah cara untuk melihat dan mengagumi ciptaan Allah yang luar biasa, untuk belajar dari perbedaan, dan untuk merangkai kepingan cerita yang membentuk hidupku. Aku percaya, apa pun yang kita impikan akan mendekat jika kita menjaga keyakinan dan terus berusaha.

Dan aku ingin berbagi keyakinan ini denganmu. Apa pun yang kamu impikan, rawatlah mimpimu. Percayalah, usaha dan waktu akan menjadi temanmu. Jangan takut bermimpi besar, karena kita tak pernah tahu pintu mana yang akan terbuka.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==